SRI Media

16 Warga Cisintok Terpapar Corona, Ketua RW 04 Inginkan Swab Massal.

KBB |SRI-Media.com,– Baru-baru ini kepengurusan wilayah RW 04 harus disibukkan dengan penanganan virus covid-19 yang menimpa warganya. Terindentifikasi dari laporan yang diterima bahwa hingga kini tertanggal 18 Juni 2021 jumlah total akumulasi positif berjumlah 16 orang.

Riwayat terkontaminasi oleh virus tersebut bermacam-macam ada yang sehabis pulang menghadiri pernikahan, berkunjung ke daerah lain dan sebagainya. Hal itu dikatakan ketua RW 04, Kampung cisintok, Aep Mulyana, ST., Kepada Sri-media.com. Jum’at (18/6/2021).

Dijelaskan, Aep awal mula virus tersebut menimpa warganya lebih kurang 3 bulan lalu dengan 3 orang positif yakni Keluarga Tetra, isteri beserta anaknya, merupakan warga 04 dengan selisih tidak terlalu lama muncul korban lain berlanjut sampai sekarang.

“Selain keluarga pak Tetra juga, Pak Ali, Isterinya seorang dosen Unpad, anak dan mertuanya kena, habis acara nikahan. Lalu di perumahan cluster kubik, Ini yang paling parah.

Sempat dirawat lama membutuhkan dana plasma Junaedi suaminya Teh Maya dan 2 anaknya yang berumur, 2 dan 4 tahun kemudian ibunya 62 tahun. Kemudian di RT 03 ada mahasiswi telah isoman, positif hingga sekarang.  Di RT 02,  keluarga pak Toyo, ada 2 orang sekarang sudah keluar hasilnya negatif.

Dari situ ke pak Luki kena dikantornya. Kemudian, keluarga pengurus RT 02, itu Suami isteri dan anaknya positif dengan gejala sesak nafas sampai sekarang itu berbarengan kejadiannya dengan anaknya keluarga pak Ugun warga Sumedang, datang dari Sumedang sesak dan positif.

Terus, warga RT 01 Mas Nopi, sampai positif sekarang masih isolasi kemudian seberangnya di Atos yaitu, Ibu Atikah (65) sekarang masih di IGD RSHS, karena kemana-mana belum dapat ruangan sampai sekarang sudah 3 hari masih di IGD hasil PCR belum keluar namun gejalanya menunjukkan itu covid seperti sesak nafas, batuk, meriang dan kata anaknya semakin parah,” beber Aep.

Terakhir terkonfirmasi, keluarga, Siti dan Ugun yang kesemuanya kini menjalani isolasi mandiri. Sebelumnya, lanjut Aep mereka melakukan swab mandiri diberbagai penyedia jasa dengan harga bervariasi dari harga, 300 ribu hingga 1, 3 Juta. Setelah itu yang kedua menjalani tes swab di puskesmas .

“Langkah antisipasi saya ketika ada yang terpapar, segera meminta Poto copy KTP, hasil pemeriksaan medis, nomor kontaknya kemudian di laporkan ke pihak puskesmas, Dr, Rhida, lantas ke desa, Bidan Rini kemudian ke kepala desa,” tuturnya.

Untuk meminimalisir angka pertambahan korban, imbuh Aep pihaknya beserta jajarannya melakukan penyemprotan 3 kali sehari dengan racikan sendiri, biaya sendiri karena pemberian dari pemerintah desa tidak mencukupi.

“Terakhir dikasih hanya seperempat galon berkisar 5 liter kemudian kita minta ke kecamatan, kepada satpol PP, dikasih 1 jerigen. Namun, karena banyak titik lokasi, tidak cukup,” ungkapnya.

Krusialnya permasalahan ini, Aep menginginkan Tes Swab massal diwilayahnya kemudian pengadaan cairan disinfektan 5 jerigen untuk penggunaan 1 minggu lalu sembako cepat saji bagi yang isolasi mandiri. Dan, dapur umum sebagai fasilitas pelayanan terhadap korban.

“Saya pingin secepat mungkin dilakukan swab massal bagi warga RW 04, biar kelihatan berapa orangnya yang negatif dan positif, kemudian cairan disinfektan, Lalu bantuan pangan yang memadai seperti makanan cepat saji karena, kasihan, sudah sakit harus memasak.  Karena kini yang sedang menjalani isolasi mandiri bergejala seperti batuk, meriang dan demam.

Kemudian, pengadaan dapur umum. Terakhir, Kepada kepala desa cihanjuang, Pak Gagan, Terima kasih atas pemberian sembakonya kepada warga 04 Kampung cisintok yang terkena covid,” pungkasnya.

Bahkan sesaat setelah dikonfirmasi wartawan sekitar pukul 15:45 Wib, Ketua RW 04 tersebut menerima laporan melalui aplikasi WA bahwa ada warganya penduduk, RT 01 di kavling PLN. Walaupun belum melaporkan kependudukannya yang masih warga cimahi dari hasil laboratorium belum ada petunjuk untuk dirujuk berarti isolasi mandiri di rumah dengan diagnosis orang tanpa gejala (OTG).**(Yusuf*).

 

 

 

Tinggalkan Balasan