SRI Media

Miris, Warga Tetap Melintasi Jalan dan Jembatan Rusak.

Garut, SRI-Media.com,– Sebuah jalan dan jembatan gantung yang merupakan akses vital aktifitas beragam keperluan masyarakat Desa diKecamatan Pakenjeng, Kabupaten garut kini kondisinya nyaris tidak layak lagi sebagai sarana tranformasi koneksifitas. Diketahui dari pantauan media jembatan tersebut sudah lama dijadikan jalan protokol oleh warga karena menghubungkan dua desa.

Kini, jembatan yang berdiri di atas sungai Leuwi Taneh itu walaupun keadaannya mengalami kerusakan. Namun, hingga kini belum ada upaya kearah penanganan serta perbaikan dari pemerintah daerah.   Seperti yang diutarakan salah seorang warga sekitar bernama, Edi (30) ketika dihubungi, jumat (16/4/2021).

Akibat kerusakan jembatan itu, ujar Edi membuat aktifitas warga jadi terganggu. Warga yang tadinya dapat cepat untuk pergi ke ladang maupun ke pasar terpaksa, kini harus memutar lebih jauh.

“Ya, terpaksa memutar, takut. Karena sudah lama jembatan dan jalan itu rusak, mungkin karena di makan usia,” tuturnya.

Dikatakan, Edi lebih jauh kondisi jalan dan jembatannya kini sudah rusak, lantainya yang terbuat dari anyaman bambu sudah pada keropos dimakan usia, sehingga tidak jarang sering terjadi warga yang nekat melintas disana terperosok.

Tetapi meskipun kondisi jalan dan jembatan rusak, lanjut Edi tetap ada saja warga yang memaksa melintas jembatan itu.

“Daripada memutar jalan yang lebih jauh, Ya terpaksa. Bahkan, banyak warga yang tetap bersikeras untuk melintasi jembatan yang sudah rusak meski membahayakan dirinya,” keluh Edi.

Walaupun demikian ia juga mengaku kerap memaksa melewati jembatan rusak itu dengan alasan ingin lebih cepat sampai ke tujuan. Sebab, apabila harus memutar jalan akan menempuh lebih jauh dan lama.

Menghadapi kenyataan itu, Timpalnya, masyarakat berharap kepada pemerintah daerah maupun pusat agar ada perbaikan jembatan dan jalan sehingga warga tidak lagi kesulitan untuk melakukan aktifitas kesehariannya.

“Kepada pihak pemerintah, tolong perbaiki, Kasihan warga, karena jalan dan jembatan itu akses utama kami dalam beraktivitas. Sebab kalau dibiarkan kondisinya seperti begini. Takutnya lebih banyak korban. kita maunya segera di perbaiki, Soalnya, banyak anak sekolah, ibu- ibu yang menggunakan jalan dan jembatan ini,” harapnya.**(Asep Doank*).

 

Tinggalkan Balasan