SRI Media

PPS Panji Dua Harumkan Cimahi Di Tingkat Jabar.

Cimahi SRI-Media.com,– Dalam upaya melestarikan dan mengembangkan nilai seni pencak silat, Dispora  Jabar menggelar festival silat tingkat provinsi Jawa barat  2020 yang diikuti hampir seluruh perwakilan kabupaten/kota seperti Cimahi, Bogor, Sumedang, Sukabumi, Garut dan lain nya.

Pelaksanaan pertandingan berlangsung secara Live virtual (online) karena berdasar mekanisme regulasi dimasa pandemi covid 19 di kantor Dispora Jabar, Jalan Pacuan Kuda, Sukamiskin. Bandung.

Teknis pertandingan terbagi 3 klasemen yaitu kategori perorangan putra/putri, perorangan sesepuh putra/putri dan berpasangan. Nani Suryani, pesilat dari PPS Panji Dua dari kota Cimahi berhasil menyabet gelar juara penampil terbaik 1 untuk kategori sesepuh putri setelah sebelumnya bersaing dengan pesilat dari Bogor.

Vini vidi vici, itulah ungkapan Guru besar PPS Panji Dua, H. Niki Muharram dalam mengapresiasi/memotivasi terkait atlet nya yang membawa nama harum kota Cimahi diajang festival Dispora Jabar. Rabu (25/11/2020).

” Alhamdulillah, baru sekarang daftar langsung di pasihan ku Allah mendapat kepercayaan jadi juara dan pesilat Panji dua mendapatkan suatu prestasi yang membanggakan dan hal itu bisa menjadi motivasi untuk anak muda.

Sekarang, saya baru turun kembali setelah sekitar tahun 90’an pernah mengabdi di IPSI dan pesantren- pesantren, atas rekomendasi serta arahan dari ketua Forki/Organda KBB, kang Ucok bahwa pesilat harus ikut berpartisipasi kembali dalam pertandingan bagi anak- anak yang berprestasi akhirnya terlibat, salah satu nya di ajang ini.

In sya Allah, tahun depan Panji dua akan membuat prestasi anak yang sekolah terutama di kelas tarung kita sudah menyiapkan atlet- atlet berkompetisi yang bisa membawa nama baik kota Cimahi, jawabarat, nasional dan internasional.

Kepada pengurus IPSI pusat, para juri pertandingan dan juga pengurus IPSI Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat, saya do’akan sing sarehat, sukses, sejahtera hidupnya dan panjang umur,” Ujar pria yang kerap disapa Abah bule itu.

Padepokan Panji Dua di bawah kepemimpinan, H. Niki Muharram dengan visi- Misi Silat bukan menjadikan sulit dan mengejar pahala bukan piala. Selain dikenal dengan pencak silat tetapi terkenal dengan teknik olah pernafasan nya yakni untuk mengoptimalkan fungsi otak kecil, memperbaiki sel saraf, melancarkan aliran darah, oksigen ke berbagai komponen tubuh seperti paru-paru, jantung, otak dan lain nya sehingga menghindari penyakit apapun.

Selain itu dapat meningkatkan naluri kecerdasan melalui kekuatan otak sehingga dengan mata tertutup orang tersebut mampu melakukan seperti hal nya mata terbuka seperti membaca, mencari, menemukan dan lain nya juga mampu melahirkan kekuatan seperti membelah besi sehingga banyak pesilat manca negara sengaja datang ke padepokan Panji Dua untuk menimba ilmu tersebut.

Kemudian dengan teknik pengobatan herbal tradisional Sunda nya yang di ramu dari tumbuhan alam dan produknya sudah tersebar ke berbagai wilayah.

,” jadi, padepokan Panji Dua ini berbeda dengan perguruan yang lain, karena jarang anak kecil, dari orang muda sampai orang tua, karena dari olah pernafasan dengan budaya Sunda nya bisa sehat serta meningkatkan sinergitas dan komunikasi. Sekarang, betapa bijak dan bagus nya seorang nenek atau kakek bisa di ciptakan untuk menjadi seorang juara, apalagi yang muda nya. Menurut saya pribadi, silat harus tetap eksis “nanjeur” dimana- mana, kalau bisa sampai seluruh dunia bisa silat, sebab silat itu bukan sekedar beladiri tetapi untuk kehidupan sehari- hari, mulai dari adab nya, kesehatan nya,” Tutur Abah bule.

Berbekal ilmu logika dan budaya Sunda yang adiluhung tersebut para pesilat padepokan Panji dua melakukan ekspansi melakukan pengabdian, pembinaan serta pelatihan di pesantren- pesantren, seperti, Pesantren Suryalaya, Sirnarasa, Panjalu kemudian di pesantren Al Jauhari, pimpinan K.H Jujun Junaedi, Garut, pesantren Jagat Arsy, BSD Serpong.

“Silat merupakan budaya adiluhung yang tidak ada duanya di dunia yang harus di pertahankan. Jadi, padepokan Panji dua itu bukan perguruan tetapi padepokan, segala ada, Dan pintu terbuka bagi siapa saja. Bebas, sehingga setitik ilmu dari Tuhan ke padepokan Panji dua ini bisa dikembangkan hingga menjadi kemaslahatan bagi semua manusia,” pungkas Abah bule.**( Yusuf/Denny*).

 

Tinggalkan Balasan