SRI Media

Vaksinasi di Jabar Mencapai 200.000-an perhari, tertinggi se Indonesia

Padalarang, Sri-media.com – Dalam dua minggu terakhir, Jawa Barat (Jabar) menjadi satu-satunya Provinsi besar yang tidak ada lagi zona merah di Kabupaten/Kotanya.

Hal ini disampaikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahudin Uno meninjau pelaksanaan Gebyar Vaksinasi yang dilaksanakan di Lapangan Pusdikkav Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tanggal 20-24 Agustus 2021, Minggu (22/08/2021).

“Alhamdulillah ini berkat kerjasama semua pihak yang bekerja keras dalam usaha menekan penyebaran Covid-19 di Jabar. Angka Covid di Jabar kini sudah di 24%”, jelas pria yang akrab disapa Kang Emil ini kepada awak media.

Tampak dalam peninjauan tersebut, Gubernur Jabar Ridwan Kamil didampingi Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Agus Subiyanto, Komandan Pusdikkav Brigjen TNI Taufik Budi Santoso, Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan, Kadinkes KBB Dr. Eissenhower Sitanggang, dan beberapa pejabat lainnya.

Disebutkan Kang Emil, pelaksanaan vaksinasi di Jabar mencapai hingga 200 ribuan/hari yang tertinggi se-Indonesia dari sebelumnya hanya 50 ribu.

“Tanggal 28 Agustus ini mudah-mudahan saya sedang menyusun skenario agar bisa tercapai 420 ribu vaksin/hari dengan catatan ada kerjasama baik dengan Pemerintah Pusat”, jelasnya.

Dilanjutkannya, kalau sukses menggalakkan vaksin sesuai target, akhir Desember Insya Allah masyarakat bisa mulai hidup normal tapi tetap dengan prokes yang terus dijaga.


“Tunjukkan bahwa saya sudah divaksin dengan aplikasi peduli lindungi, tetap pakai masker sampai nanti ada proklamasi kemerdekaan kita bebas dari Covid-19”, lanjutnya.

Kang Emil berharap target 15 juta vaksin sampai bulan ini bisa diamankan, dimana sampai hari ini yang sudah diberikan ke Jabar baru 13 juta vaksin.

“Permohonan kami kalau Desember mau tercapai mohon proporsi distribusi vaksin dari pusat proporsional. Kami selalu menghabiskan apa yang diberikan Pusat, transit di gudang cuman satu hari. Ini kami distribusikan langsung, ada sistem canggih yang sudah kami miliki”, terangnya.

Ditambahkannya, karena Jabar sudah tidak lagi risiko tinggi, dimana kini resiko sedang menuju ke resiko rendah, jadi sudah mulai diizinkan destinasi-destinasi wisata dibuka perlahan.

Saat disinggung untuk rencana bantuan dari Kemenparekraf untuk pelaku parekraf di Jabar, Kang Emil menyebut teknisnya akan diserahkan ke Walikota/Bupati.

“Karena kalau Gubernur lebih pada kebijakan koordinatif. Semoga Allah memberikan kemudahan. Saya juga ucapkan terima kasih selama satu setengah tahun ini tanpa ada dukungan semua pihak khususnya TNI/Polri, Pemerintah akan sulit menangani Covid-19 sendiri”, pungkasnya. (Imam/SMN-01)

Tinggalkan Balasan