SRI Media

Wisata candi Cangkuang padat di kunjungi wisatawan lokal.

Garut SRI-Media.com,– Desa cangkuang di kelilingi oleh empat gunung besar di Jawa Barat, yang antara lain gunung haruman, gunung kaledong, gunung Mandalawangi Dan gunung Guntur.

Secara historis nama candi Cangkuang di ambil dari nama desa tempat candi berada. kata Cangkuang sendiri adalah nama tanaman sejenis pandan (pandanus furcatus) yang banyak di sekitar makam, Embah Dalem Arip Muhamad. leluhur kampung pulo.Semetara daun Cangkuang dapat di manfaatkan untuk membuat tudung, tikar atau pembungkus.

Cagar budaya Cangkuang terletak di sebuah daratan di tengah danau kecil ( dalam bahasa Sunda di sebut situ ) sehingga untuk mencapai tempat tersebut harus melalui jalur utama. Pengunjung harus menyeberang dengan menggunakan rakit. Dahulu kampung Pulo di kelilingi seluruh oleh danau, akan tetapi kini hanya bagian Utara yang masih berupa danau bagian selatannya telah berubah menjadi lahan persawahan. Selain candi, di pulau itu juga terdapat pemukiman adat kampung pulo yang juga bagian dari kawasan cagar budaya. Hal itu dijelasan, UPTD wisata situ Cangkuang, Wawan Kulnaedin SE. Kepada SRI ketika dikonfirmasi, Minggu (20/12/2020).

Mengenai kunjungan wisata, imbuh Wawan. Dalam situasi dan kondisi dimasa pandemi-19  kepada para pengunjung diberikan himbauan supaya memasuki arena objek wisata itu wajib melakukan protokoler kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak ( 3 M ).

“Bagi para pengunjung yang tidak melakukan protokoler kesehatan lebih baik pulang saja, daripada kami tidak melakukan aturan – aturan yang berlaku. Mengenai kunjungan wisata. ya, Alhamdulillah pengunjung itu bukan hanya menikmati sejarah candi dan kampung adat sekarang objek wisata candi Cangkuang banyak pilihan. jadi, para pengunjung yang datang ke candi Cangkuang selain berkunjung ke candi dan kampung adat. Jual, bisa menikmati fasilitas – fasilitas yang lain, salahsatunya Dermaga Rawa Cinta dan taman Cangkuang/rumput sintetis. jadi, para pengunjung yang datang ke wisata candi Cangkuang tidak membosankan”

Selain ke candi pengunjung bisa mendatangi kampung adat, taman cangkuang dan dermaga rawa cinta, tambah nya.

“Sesudah di buka fasilitas baru pengunjung ke objek wisata candi Cangkuang ada peningkatan untuk hari saptu atau Minggu itu kisaran 1000 pengunjung. untuk tiket wisata masuk candi Cangkuang sebelum mamasuki acara natal atau tahun baru untuk dewasa 5 ribu untuk anak 3 ribu. kalau sudah menghadapi tahun baru biasanya tiket masuk menjadi dewasa, 7500 anak 5 ribu, itu juga, kami menunggu arahan atau instruksi dari pimpinan. Pengunjung ke banyakan dari lokal setelah di evaluasi karena itu ada aturan-aturan tertentu baik dari pusat/propinsi. jadi, kunjungan wisata candi cangkuang saat sekarang ini dengan adanya protokoler kesehatan covid-19 pengunjung ke banyakan dari lokar,” pungkas nya. **( Heri Arasid* ).

 

Tinggalkan Balasan