

CIMAHI, sri- media.com , “Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam mengelola sumber air bersih melalui Kelompok Pengelola Air (KP2A). Saat ini, tercatat ada 47 sumur artesis di berbagai wilayah Kota Cimahi yang dikelola secara swadaya oleh masyarakat”.
Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Cimahi Adhitia Yudhistira, pada kegiatan Bimtek Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM) di Gedung Pandiga Jl Sinarasa no 11 Cibabat Kota Cimahi, Senin (20/10/2025).
Kegiatan yang dihadiri oleh para pengurus KP2A dari seluruh wilayah Cimahi tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan air bersih dan air minum bagi warga. Kepala DPKP Kota Cimahi, Endang menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci dalam memperluas akses air bersih di tengah keterbatasan kapasitas pelayanan pemerintah.
Selanjutnya Adityamenyampaikan “Kalau hanya mengandalkan pemerintah daerah, tentu sulit menjangkau semua wilayah. Karena itu, peran KP2A yang mengelola sumur artesis secara swadaya sangat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga Cimahi,” ujarnya.
“Saat ini, pelayanan air bersih di Kota Cimahi dilayani oleh tiga sumber utama, yakni BLUD Air Minum milik Pemkot Cimahi dengan sekitar 8.000 sambungan rumah (SR), PDAM Tirta Raharja yang telah hadir sejak tahun 1970-an, serta PDAM Tirta Wening Kota Bandung yang melayani sekitar 10.000 pelanggan. Namun, masih terdapat wilayah yang belum terlayani secara optimal”.
“Untuk itu, pemerintah terus berupaya menambah cakupan pelayanan air bersih melalui berbagai skema kolaborasi dan pembangunan SR baru. Tahun 2025, DPKP telah membangun sekitar 435 sambungan rumah di wilayah Cigugur dan Citeureup, serta menjajaki kerja sama dengan pihak provinsi dan PDAM lain guna memperkuat pasokan air bersih bagi masyarakat”.
“Kita juga sudah menjual air baku kepada PDAM Tirta Raharja. Ke depan, kita berharap bisa membangun sistem pengelolaan air bersih yang lebih terpusat, terintegrasi, dan efisien agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal,” tutupnya.
Pada kegiatan Bintek tersebut sekaligus Kota Cimahi Hadirkan Inovasi Digital “Si Darsih”, Platform Modern untuk Kemudahan Layanan dan Transparansi Anggota Inovasi digital bertajuk “Si Darsih” (Sistem Digital Anggota Rasional, Simpanan, dan Hubungan Interaktif) sebagai langkah maju dalam modernisasi layanan dan pengelolaan data anggota.
Kegiatan peluncuran yang dihadiri oleh Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, Camat, dan para Lurah se-Kota Cimahi ini menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan sistem pelayanan yang lebih transparan, efisien, dan mudah diakses.
Melalui inovasi “Si Darsih”, KPSPAM menghadirkan platform digital terintegrasi yang memudahkan pengelolaan data anggota, proses simpan pinjam, penyusunan laporan keuangan otomatis, serta memperkuat komunikasi antar anggota.
Salah satu keunggulan utama sistem ini adalah integrasi dengan aplikasi WhatsApp, memungkinkan anggota berinteraksi secara langsung, menanyakan status simpanan atau pinjaman, serta mendapatkan jawaban otomatis dari sistem 24 jam penuh tanpa harus menunggu pengurus atau bendahara.
“Kami ingin menghadirkan layanan yang cepat, akurat, dan ramah bagi anggota. Dengan sistem digital ini, kesalahan laporan keuangan dapat diminimalisir dan semua proses dapat diakses secara real-time,”
Selain fitur utama berupa pencatatan otomatis simpanan, sistem pinjaman online, dan laporan keuangan digital, aplikasi “Si Darsih” juga dilengkapi dengan modul keamanan data berlapis serta fitur ekspor data untuk keperluan administrasi dan audit internal.
KPSPAM Kota Cimahi menegaskan bahwa langkah digitalisasi ini bukan sekadar pembaruan sistem, melainkan bagian dari visi jangka panjang untuk membangun ekosistem pelayanan air minum dan keanggotaan berbasis teknologi modern, yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat dan akuntabel.
Dengan hadirnya “Si Darsih”, KPSPAM Kota Cimahi berharap menjadi pelopor transformasi digital pengelolaan komunitas air minum di tingkat kota, sekaligus contoh nyata implementasi inovasi pelayanan publik yang sederhana, transparan, dan terpercaya