Bekasi, sri-media.com – Slamet Suradio, masinis Kereta Api yang dikenal sebagai sosok di balik Tragedi Bintaro 1987, meninggal dunia pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 01.00 WIB di Bekasi, Jawa Barat. Ia wafat pada usia 87 tahun.
Slamet merupakan masinis KA 225 jurusan Rangkasbitung–Tanah Abang yang terlibat dalam kecelakaan maut dengan KA 220 Patas Merak di kawasan Pondok Betung, Bintaro, pada 19 Oktober 1987. Peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Tragedi Bintaro itu menewaskan lebih dari 130 orang dan menjadi salah satu kecelakaan kereta api terburuk di Indonesia.
Meski pengadilan menjatuhkan hukuman penjara selama lima tahun dan memecatnya dari PJKA (kini PT KAI), Slamet sepanjang hidupnya tetap meyakini dirinya tidak bersalah. Ia berulang kali menyatakan telah menjalankan tugas sesuai prosedur dan menilai kecelakaan tersebut terjadi akibat kesalahan komunikasi dalam pengaturan persilangan kereta.
Akibat putusan tersebut, Slamet tidak hanya kehilangan pekerjaannya, tetapi juga tidak memperoleh hak pensiun maupun pesangon. Kisah hidupnya kemudian menjadi perhatian publik karena dianggap sebagai sosok yang memikul beban tragedi besar selama puluhan tahun.
Pria kelahiran 18 Agustus 1939 itu meninggalkan seorang istri, empat anak, dan empat cucu. Jenazahnya dimakamkan di kampung halamannya di Dusun Krajan, Desa Giintungan, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Rabu siang.
Andum Subekti