LAKI KBB Dorong KDM Copot Kadisdik Jabar, APH Wajib Usut Pengadaan APK PCMB 

Bandung -sri-media.com Viralnya keributan di kantor Disdik Jabar 9 Juni 2026 terkait kekecewaan orang tua calon siswa atas kekacauan penerimaan murid SMA dan SMK melalui sistem PCMB mengulang persoalan klasik carut marut penerimaan siswa baru setiap tahun di Provinsi Jawa Barat.

Ditanya pendapatnya Gunawan Rasyid Ketua Laskar Anti Korupsi indonesia/LAKI-KBB tentang kekisruhan di Kantor Disdik Jabar akibat gagalnya pendaftaran calon siswa melalui aplikasi PCMB menyatakan sudah bisa diprediksi sejak awal karena menyangkut masih melekatnya prilaku Koruptif oknum panitia pelaksana.

LAKI-KBB sudah memantau sejak tahun 2022 , carut marut seperti in terjadi setiap tahun, karena upaya nitip kuota selalu terjadi, sebagus apapun sistem yang dibuat , ketika akun dan fassword diberikan kepada oknum panitia pelaksana yang korup, persyaratan apapun bisa diolah untuk memenuhi kuota.

Kami pernah melakukan diskusi bersama Komisi IV DPRD dan Kadisdik Jabar serta stakeholder lainya, disampaikan modus persengkongkolan terjadi sangat masiv di Jawa Barat, untuk memastikan sempat kami tantang melakukan uji petik bersama, akan tetapi pemangku kepentingan sudah nyaman dengan kondisi yang ada sehingga wajar saat ini terjadi.

 

Secanggih apapun teknologi yang dibuat , akan tetapi akuntabilitas verifikasi diragukan karena masih terdapat verifikasi subyektif seperti dalam verifikasi prestasi non akademik, sertifikat hanya dilihat dengan mata bukan barcode, uji kompetensi sama, sementara proses tidak bisa terdeteksi oleh Kadisdik Jabar.

Ditanya siapa yang harus bertanggung atas keributan PCMB tersebut, Gunawan Rasyid mengatakan Kadisdik harus dicopot, Bapa Aing KDM tidak boleh hanya mengorbankan eselon III tidak adil ujarnya.

Usul kongkrit kami, penerimaan murid baru kedepan dikembalikan kepada otonomi sekolah dan otonomi wilayah berdasarkan potensi perkembangan kependudukan, usia sekolah, kultur wilayah dengan tetap optimalisasi digital, pembinaan dan pengawasan yang ketat.

Tugas Kadisdik melakukan kajian dan telaahan staf dan sebagai penguatan lakukan diskusi publik secara objektif, perbaiki sekolah dan bangun sekolah baru dengan sarana dan SDM yang berkualitas, dekatkan sekolah dengan masyarakat, karena anggaran 20 persen dari APBD Jabar pasti sangat cukup kalo tidak bocor.

 

Memang Disdik Jabar memiliki anggaran yang signifikan tapi aroma bau busuk dugaan korupsi sudah lama terdengar, dipastikan berdampak loyalitas terhadap KDM tidak utuh, karena terikat dugaan ijon proyek terhadap vendor yang terafiliasi dengan oknum pejabat Pemda Jabar masih sering terdengar.

Untuk percepatan tercapainya gagasan progresif Gubernur, Bapak Aing harus berani melakukan reformasi birokrasi di semua Dinas dengan mendahulukan Rotasi Mutasi eselon III memutus mata rantai prilaku koruptif, tour of duty lintas Dinas.

LAKI-KBB sangat mendukung gagasan serta inovasi Bapak Aing KDM yang sangat membumi di masyarakat, hanya saja sebagai bentuk akuntabilitas atas kekisruhan di Disdik Jabar tersebut, KDM harus berani umumkan berapa anggaran pengadaan Aplikasi PCMB serta mendorong Kejati Jabar untuk melakukan pengusutan pungkas Gunawan Rasyid.***Red

Leave a Reply