Bandung Barat, Sri-Media.com – Program Saguling Eco Water City & Biosphere Reserve Initiative diklaim telah berhasil. “Keberhasilan ini tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya alokasi anggaran, tetapi juga oleh kepemimpinan yang visioner, sinergi lintas sektor yang kuat, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” ungkap Yopi Ahmad Ketua Pergerakan Pager Saguling baru-baru ini
Menurut Yopi, sosok Jeje R.I. sebagai Bupati Bandung Barat dapat menjadi motor penggerak kolaborasi yang mampu menyatukan langkah pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, komunitas lingkungan, serta lembaga pendidikan keagamaan dalam mewujudkan pemulihan ekosistem Waduk Saguling secara berkelanjutan.
Kata Yopi, Pager Saguling sangat antusias dan mendukung Gerakan Pembersihan Eceng Gondok Bersama Bupati Bandung Barat, Wakil Bupati Bandung Barat, unsur Forkopimda Bandung Barat beserta Jajarannya, DanSatgas Citarum Harum, Dinas Lingkungan Hidup KBB beserta Jajarannya, Bening Saguling, di kawasan Saguling di Desa Rancasenggang Kecamatan Cililin
Kab. Bandung Barat, yang dilaksanakan pada Senin 29 Juni 2026.
Kolaborasi dengan gerakan santri lingkungan melalui Program Pesantren Hijau dan GARDA SAGULING (Gerakan Muda Santri Gugus Lingkungan) merupakan modal sosial yang sangat strategis. “Para santri tidak hanya berperan sebagai peserta program, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan, konservasi sumber daya air, rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS), serta pengembangan ekonomi sirkular berbasis masyarakat, “kata Yopi.
Dengan dukungan dan komitmen bersama dari Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung, Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Kota Cimahi, serta seluruh pemangku kepentingan, Saguling memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi model nasional restorasi ekosistem waduk, pusat pertumbuhan ekonomi hijau, sekaligus kawasan biosfer yang berdaya saing dan berkelanjutan.
“Semoga ikhtiar bersama ini menjadi wujud tanggung jawab dalam menjaga amanah Allah SWT atas kelestarian alam, menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat, serta mewariskan lingkungan yang lebih sehat, lestari, dan produktif bagi generasi mendatang, sebagai langkah menuju terwujudnya Biosfer Saguling 2045”, papar Yopi Ahmad.
Pager Saguling juga mendedikasikan Gerakan Tobat Lingkungan saat melakuan audiensi di Kementerian Lingkungan Hidup beberapa waktu lalu di Jakarta.
Pager Saguling menilai, krisis lingkungan yang terus membayangi berbagai wilayah di Indonesia tidak hanya lahir dari persoalan teknis pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga berakar pada menurunnya kesadaran manusia dalam menjaga amanah terhadap bumi.
“Keikutsertaan Kepala DLH LBB bersama delegasi Pager Saguling menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat gerakan lingkungan hidup berbasis masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan kawasan DAS Citarum dan Waduk Saguling,” kata Yopi. *** (Des)