Razia Gabungan Lapas Subang: Narkoba dan Handphone Nihil, Puluhan Barang Terlarang Diamankan

SUBANG, sri-media.com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Subang memperketat pengawasan terhadap lingkungan hunian warga binaan. Razia gabungan bersama TNI, Polri, Brimob, BNNK Sumedang, dan Subdenpom digelar pada Selasa (22/9/2026) sore.

Operasi yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB itu merupakan bagian dari langkah deteksi dini untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib), sekaligus memperkuat koordinasi antar-Aparat Penegak Hukum (APH).

Kekuatan gabungan yang diterjunkan cukup besar. Sebanyak 101 petugas Lapas Subang terlibat, diperkuat unsur Polri, TNI, Brimob Polda Jawa Barat, BNNK Sumedang, dan Subdenpom III/3-2 Subang.

Tim gabungan langsung menyisir blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Penggeledahan dilakukan untuk memastikan tidak ada barang terlarang maupun benda yang berpotensi mengganggu keamanan di dalam lapas.

Narkoba dan Handphone Tak Ditemukan

Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan narkoba maupun handphone di blok hunian WBP.

Namun, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperkenankan berada di dalam blok. Di antaranya 15 korek api gas, 13 sendok logam, 17 paku, 3 jam tangan, 3 mangkok keramik, 5 gelas kaca, 1 ikat pinggang, 1 gunting kuku, 5 botol parfum, 1 piringan gerinda, 2 sikim buatan, 1 cutter, 1 kalung logam, 1 panci logam, 2 cermin kaca kecil, dan 2 kaleng aluminium.

Seluruh barang temuan langsung didata dan diamankan untuk selanjutnya dilakukan penertiban.

119 Orang Jalani Pemeriksaan Urin

Razia juga dilengkapi dengan pemeriksaan urin. Sebanyak 56 petugas Lapas dan 63 WBP menjalani tes untuk mendeteksi kemungkinan penyalahgunaan narkotika.

Dari 63 WBP yang diperiksa, terdiri atas 5 orang dari Blok Wanita, 12 orang Blok C, 16 orang Blok D, 12 orang Blok E, dan 18 orang Blok F.

Hasilnya, seluruh petugas dan WBP yang menjalani pemeriksaan dinyatakan negatif.

Kalapas: Deteksi Dini Harus Dilakukan

Kepala Lapas Kelas IIA Subang, Gatot Harisaputro, menegaskan bahwa razia gabungan dan tes urin merupakan bagian dari komitmen jajarannya dalam menjaga kondisi lapas tetap aman dan kondusif.

“Kegiatan razia gabungan dan tes urin ini sebagai bentuk deteksi dini gangguan kamtib, sekaligus wujud sinergitas kami dengan APH TNI, Polri dan BNN Kabupaten Sumedang. Kami harap rutin dilaksanakan untuk situasi lapas yang tetap kondusif,” ujar Gatot, Selasa malam.

Gatot menambahkan, sinergitas dengan aparat penegak hukum akan terus diperkuat. Penggeledahan rutin dan pemeriksaan berkala juga akan ditingkatkan sebagai bagian dari upaya mencegah masuknya barang terlarang serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Selama pelaksanaan razia, situasi di Lapas Kelas IIA Subang berlangsung aman dan tertib.***Andum Subekti

Leave a Reply