
Subang-sri-media.com Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Subang menyampaikan sikap resmi terkait peristiwa yang terjadi di SMPN 2 Jalancagak, Kabupaten Subang, yang belakangan menjadi perhatian publik setelah beredarnya video perdebatan antara orang tua siswa dan seorang guru di media sosial.
Sebagai organisasi profesi guru, PGRI Kabupaten Subang menegaskan bahwa aksi solidaritas yang digelar pada Jumat, 7 November 2025, di lingkungan SMPN 2 Jalancagak merupakan bentuk dukungan moral terhadap Guru Rana, sekaligus seruan agar masyarakat tidak terburu-buru menghakimi pendidik sebelum proses klarifikasi dan mediasi dilakukan secara menyeluruh dan adil.

1. Guru adalah Pendidik, Bukan Musuh Anak Didik.
PGRI Subang menegaskan bahwa guru merupakan pendidik yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam membentuk karakter peserta didik. Dalam menjalankan tugasnya, guru sering dihadapkan pada berbagai tantangan dan tekanan yang memerlukan dukungan dari semua pihak, bukan penghakiman publik.
2. Menolak Kekerasan di Dunia Pendidikan.
PGRI Subang berkomitmen untuk menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan, baik yang dilakukan oleh guru maupun peserta didik. Namun, setiap kejadian harus dilihat secara utuh dan proporsional, dengan mempertimbangkan konteks, fakta di lapangan, serta proses hukum dan etik yang berlaku.
3. Aksi Solidaritas untuk Menegakkan Martabat Guru.
Aksi solidaritas yang digelar PGRI Subang mengusung tema:
“Tegakkan Martabat Pendidik, Guru Mendidik Bukan Melukai.”
Aksi ini bukan bentuk pembelaan terhadap tindakan kekerasan, tetapi merupakan seruan moral agar martabat pendidik dihormati dan dilindungi, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen
.
4. Harapan PGRI Subang.
PGRI Kabupaten Subang berharap proses klarifikasi, mediasi, dan pembinaan dapat berjalan secara terbuka, adil, dan menjunjung tinggi asas kemanusiaan serta profesionalisme.
PGRI juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kehormatan dunia pendidikan dan memperkuat kolaborasi antara guru, orang tua, serta pemerintah daerah.
“Guru adalah manusia yang mengabdikan diri untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mari kita jaga kehormatan dan keselamatan para pendidik dalam menjalankan tugasnya,” Dr. H. Aep Saepudin, M.Pd., Ketua PGRI Kabupaten Subang.
Andum Subekti