BENDUNGAN IRIGASI MARTASINGA DI GUNUNGHALU BUTUH PERHATIAN DAN POLITICAL WILL DARI PEMERINTAH KBB

Bandung Barat-sri-media.com Bendungan irigasi MARTASINGA , berlokasi Desa Sirnajaya-Bunijaya Kecamatan Gununghalu Kabupaten Bandung Barat.

 

Menjadi sumber air satu-satunya untuk semua masyarakat di Desa Bunijaya sampai Desa Sindangjaya , baik untuk kebutuhan rumah tangga , pertanian , perkebunan, perikanan dan kebutuhan lainnya.

 

Sejak 1 bulan lalu , tepatnya sebelum memasuki Bulan Ramadhan , Konstruksi bendungan yang dibangun pada tahun 2016 itu jebol/runtuh , sehingga tidak berfungsi lagi , tidak dapat mengalirkan air ke saluran teknis yang membentang sepanjang wilayah Desa Bunijaya.

 

Sejak saat itu , masyarakat Desa Bunijaya terus berupaya dengan swadaya untuk membuat bendungan dari beronjong , namun berkali-kali kembali jebol , seperti yang terjadi pada hari jumat , 27/3/2026 , bendungan dari bronjong itu kembali jebol.

 

Kondisi seperti itu , dengan runtuhnya bendungan Martasinga , sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah Daerah KBB , karena sudah menimbulkan keresahan dan kesengsaraan bagi masyarakat , jangan sampai dibiarkan berlarut-larut , yang hanya akan menimbulkan kekecewaan bagi maayarakat di Desa Bunijaya bahkan sampai ke Desa Sindangjaya.

 

Dapat di hubungi oleh awak media , Taopik , warga dari Kp.Cimenteng Desa Bunijaya , memberikan keterangan bahwa Bendungan Martasinga runtuh sejak sebelum bulan Ramadhan , sejauh ini belum ada upaya dari pihak Pemda KBB , untuk memberikan solusinya, katanya, di tengah-tengah kesibukannya bergotong- royong bersama warga masyarakat lainnya di lokasi bendungan Martasinga , Jumat,27/3/2026.

 

Melalui telepon selulernya , Taopik menambahkan:

“sejak Bendungan Irigasi itu runtuh , kami , masyarakat Desa Bunijaya sangat merasakan dampaknya , apalagi waktu itu kita semua menjalankan ibadah puasa”.

 

“kemudian sebagai upaya untuk menanggulangi kondisi sulitnya air , masih dalam bulan Ramadhan , sebelum Hari Raya Idul Fitri , masyarakat Desa Bunijaya berinisiatif , bergotong-royong untuk memasang beronjong sebagai bendungan penahan air , dengan cara berswadaya , dibantu oleh beberapa orang tokoh warga Desa Bunijaya , dengan membantu pembiayaannya”

 

“namun pada hari ini (Jumat,27/3/2026) , karena turun hujan dan debit air sungai cidadap meluap , bendungan dari bronjong itu kembali jebol , sehingga kami harus kembali bekerja-bakti lagi”tambah Taopik.

 

Senada dengan yang di sampaikan Taopik , salah seorang warga Desa Bunijaya , Rudi , kepada awak media mengatakan bahwa biaya membangun bendungan dari bronjong itu , menghabiskan biaya mencapai 30 sampai 40 juta , dan itu semua berkat swadaya dan gotong-royong dari warga masyarakat Desa Bunijaya, katanya.

 

“Kami berharap kondisi seperti ini jangan dibiarkan berlarut-larut , hal ini perlu adanya kepedulian dan perhatian dari Pemda Bandung Barat , juga diharapkan adanya Political will dari pihak pemangku kebijakan , baik pihak pemerintah ataupun para anggota dewan di KBB ini” pungkasnya. *** GUS.

Leave a Reply