
Garut__sri-media.com

Dedeh Hadidah (NPM 20240000109)
Mahasiswa Universitas Indonesia Maju
Prodi Magister Kesehatan Masyarakat
Fenomena double burden atau beban ganda yang dialami perempuan di Kabupaten Garut kembali menjadi sorotan karena dampaknya yang signifikan terhadap kesehatan dan stabilitas ekonomi keluarga maupun daerah. Beban ganda ini muncul ketika perempuan harus menjalankan peran produktif di luar rumah sekaligus mengemban tanggung jawab domestik tanpa dukungan memadai.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut tahun 2023, Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) daerah ini berada pada angka 72,08. Angka ini menunjukkan bahwa perempuan di Garut sudah mulai memiliki akses dalam kegiatan ekonomi, politik, dan pengambilan keputusan, namun belum mencapai tingkat kesetaraan yang ideal. Kondisi ini mengindikasikan masih terbatasnya ruang bagi perempuan untuk berkontribusi secara maksimal dalam pembangunan.
Beban ganda perempuan di Garut tampak jelas pada kelompok pekerja sektor informal, pertanian, UMKM rumahan, hingga buruh harian. Selain bekerja mencari penghasilan, perempuan masih harus mengurus rumah tangga, mengasuh anak, merawat lansia, serta memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari. Tumpukan peran ini menimbulkan tekanan fisik, mental, dan emosional yang sering kali tidak terlihat namun berdampak besar.
Dari perspektif kesehatan, beban ganda terbukti meningkatkan risiko kelelahan kronis, stres, kecemasan, depresi, serta penyakit fisik seperti hipertensi, anemia, gangguan otot, hingga masalah kesehatan reproduksi. Minimnya waktu istirahat dan kurangnya dukungan sosial memperburuk kondisi tersebut.
Sementara dari sisi ekonomi, perempuan yang mengalami kelebihan beban peran cenderung memiliki produktivitas lebih rendah, baik di sektor formal maupun informal. Ketika perempuan mengalami stres atau sakit, pengeluaran kesehatan keluarga meningkat dan pendapatan rumah tangga menurun, sehingga memberikan efek domino terhadap perekonomian daerah.
Pengamat kebijakan lokal menilai bahwa isu beban ganda perempuan harus mulai dianggap sebagai persoalan serius dalam agenda pembangunan Kabupaten Garut. Pemberdayaan gender yang optimal diyakini dapat membantu perempuan menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan sejahtera, sekaligus memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Dedeh Hadidah, pemerintah Kabupaten Garut perlu memasukkan isu beban ganda perempuan sebagai prioritas dalam kebijakan kesehatan dan ekonomi. “Mengabaikan beban ganda berarti membiarkan ketidaksetaraan terus berlangsung dan mengorbankan potensi pembangunan jangka panjang. Dengan meningkatkan pemberdayaan gender, perempuan bisa memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang dan berkontribusi secara optimal,” ujarnya.
Dengan dukungan kebijakan yang tepat, peningkatan layanan kesehatan, penguatan edukasi gender, serta program ekonomi yang ramah perempuan, Kabupaten Garut berpotensi menciptakan lingkungan yang lebih inklusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.***red