Peringati HUT ke-80, PGRI Serangpanjang Gelar Pasanggiri Pupuh Bernuansa Sunda.

SUBANG, sri-media.com Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-80, PGRI Cabang Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggelar kegiatan Pasanggiri Pupuh tingkat Kecamatan Serangpanjang.
Tema peringatan tahun ini mengusung semangat “Guru Bermutu, Indonesia Maju. Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas.”

Acara yang digelar di Aula Kecamatan Serangpanjang tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Camat Serangpanjang Vino Subriadi, Ketua PGRI Kecamatan Serangpanjang Dayat Taufik Hidayat, S.Pd., M.M.Pd., Ketua PGRI Kabupaten Subang Dr. H. Aep Saepudin, M.Pd., serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang dari Fraksi PDI Perjuangan H. A. Kosim, S.Sos., M.Si.
Turut hadir pula para guru dari berbagai sekolah negeri maupun swasta se-Kecamatan Serangpanjang.

Lestarikan Budaya Sunda Lewat Pasanggiri Pupuh.

Acara Pasanggiri Pupuh secara resmi dibuka oleh H. A. Kosim, S.Sos., M.Si., selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Subang. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada PGRI Cabang Serangpanjang yang telah menggelar kegiatan bernilai budaya tersebut.

“Kegiatan ini bukan hanya memperingati Hari Guru, tapi juga menjadi upaya penting untuk melestarikan kesenian tradisional Sunda di tengah perkembangan zaman,” ujar H. A. Kosim.

Sementara itu, Camat Serangpanjang Vino Subriadi juga menyampaikan rasa bangganya atas antusiasme para guru dan peserta yang mengikuti lomba.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa guru tidak hanya mendidik di ruang kelas, tetapi juga berperan menjaga nilai-nilai budaya daerah.

Makna Pasanggiri Pupuh adalah :

Dalam bahasa Sunda, pasanggiri berarti perlombaan atau sayembara dalam bidang seni dan budaya, sedangkan pupuh merupakan bentuk puisi tradisional Sunda yang memiliki aturan baku mengenai jumlah baris, suku kata, dan rima.
Dengan demikian, Pasanggiri Pupuh dapat diartikan sebagai perlombaan membaca, menembang, atau mencipta pupuh Sunda.

Ajang ini biasanya diadakan untuk melestarikan sastra dan seni Sunda di kalangan pelajar maupun masyarakat. Peserta menampilkan kemampuan menembang pupuh sesuai dengan irama, nada, dan makna yang terkandung di dalamnya.

Nuansa Sunda yang Kental.

Kegiatan kali ini semakin istimewa dengan hadirnya para tamu dan peserta yang mengenakan busana khas Sunda. Kaum pria tampil gagah dengan pakaian serba hitam (kampret) dan ikat kepala, sedangkan kaum wanita mengenakan kebaya dan kerudung bernuansa tradisional.
Suasana penuh kekeluargaan dan kebanggaan terhadap budaya lokal terasa kental sepanjang acara berlangsung.

Ketua PGRI Cabang Serangpanjang, Dayat Taufik Hidayat, S.Pd., M.M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi antar guru sekaligus menjadi wadah pengembangan kreativitas dan pelestarian seni tradisional.

“Guru adalah pilar bangsa. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya memperingati Hari Guru, tetapi juga merawat akar budaya yang menjadi identitas kita bersama,” ujarnya.

Andum Subekti

Tinggalkan Balasan