Rakerda LAKI KBB Menuju Bandung Barat Bebas, Hasil Korupsi Bukan rejeki Guras, KBB Bukan Tempat Sampah dan Penghuninya Bukan Tikus

Bandung Barat, sri-media.com– Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) Kabupaten Bandung Barat telah mengadakan rakerda ke 1 bertempat di Gedung BBPMP Jawa Barat Jl. Raya Batujajar Minggu (17/11), yang dihadiri langsung oleh PJ. Bupati KBB Ade Zakir, para kepala dinas, Ketua dan anggota DPRD, muspika, para anggota LAKI se Bandung Barat serta tamu undangan.
Ketua LAKI Bandung Barat, Gunawan Rasid atau yang akrab disapa Guras kepada SRI-media.com menuturkan bahwa pada rakerda LAKI ada tiga agenda, yang pertama ini adalah bertujuan memperbaiki pengorganisasian di internal dimana ada rivitalisasi struktur di setiap kecamatan harus dirapikan kembali karena ada beberapa yang tidak aktif serta ada yang mengundurkan diri untuk tujuan kedepan LAKI maka harus diperbaiki sebab masalah korupsi banyak yang harus diselesaikan dan poksinya.
Kedua, secara resmi bahwa LAKI sebagai pemantau pemilu hal ini harus dikuatkan dari sisi konsistensi jangan sampai pengurus LAKI yang menjadi pendukung/timses paslon harus fokus sebagi pengawas tidak boleh menjadi pendukung salah satu paslon bupati, kalau mau keluar dari LAKI ya keluar saja kalau mau fokus sebagai pengawas ya fokus saja, tegas Guras.
Ketiga, beberapa kegiatan LAKI harus ditanggapi secara serius seperti, masalah lingkungan, masalah pembungan sampah sarimukti yang sekarang sedang gencar-gencarnya sebab lokasinya ada di Bandung Barat, sementara LSM dan Ormas yang ada di KBB pada diam, baru setelah LAKI bergerak barulah mereka muncul sehingga kedepannya dengan rakerda ini seyelah ada bupati baru, dewan baru, LAKI harus mengambil peran, jelas Guras.
Ketika dimintai tanggapan tempat sampah Sarimuktii, Guras pun menuturkan kalau di sarimukti ada dugaan korupsinya dari pengelolaan Ipal, selain tentang perluasan tempat, dirinya menolak dengan alasan secara sistem tidak rasional kalupun itu dibangun berdasarkan informasi dari Arif Budiman selaku kepala PSTL yang membawahi TPK Sarimukti bahwa overload tanggal 8 November sementara proyek itu selesai diakhir Bulan Desember tahun ini, jadi sisanya mau dibuang kemana sampahnya, maka dirinya memberikan solusi bahwa pemerintah ini harus membuat alat teknologi tepat guna di setiap kabupaten kota dan TPK Sarimuksi sesuai volume sampahnya yang diproduksi serta melibatkan kami selaku otang Bandung Barat sebab wilayah kami bukan tong sampah, sementara di Bandung Barat ada 1.800.000 orang penghuni mereka itu bukan tikus, sementara di kita ini sebagai tempat pembuangan sampah saja, kenapa tidak di Legoknangka sebab wilayah ini sedang berproses.
Dikatakan ketua LAKI perannya terhadap pemerintahan baru dalam hal ini di Bandung Barat, pertama sipapun yang terpilih menjadi bupati, LAKI tetap akan independen sejak dimulainya kampanye pilkada dan akan mengawasi serta mengontrol apa lagi ada pengalaman kemaren-kemaren, kita sudah paham modus-modus yang dilakukan baik oleh eksekutif maupun legilatif, kita menjadi dinamisator untuk memperbaiki itu, sehingga kedepannya kita akan mengawasi didalam pembuatan anggaran maupun proyek-proyek, jelas Guras.
( buds/dunk

Tinggalkan Balasan