
Bandung Barat, Sri-media.com Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali memicu masalah serius. Kali ini, puluhan hingga ratusan siswa SMPN 1 Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG pada saat jam istirahat, pukul 10.00 WIB, Selasa (14/10/2025).
Makanan tersebut diketahui berasal dari salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi di wilayah Jambusipa, Kecamatan Cisarua.
Kronologi Kejadian :
Gejala awal yang dialami para siswa adalah mual dan pusing. Pada awalnya, tercatat 30 siswa diduga mengalami gejala keracunan. Dari jumlah tersebut, tiga orang dirujuk ke Puskesmas terdekat, sementara 27 lainnya dibawa ke Klinik Dr. Elent di Cimahi. Kondisi para siswa tersebut dilaporkan mulai membaik setelah mendapatkan penanganan medis.

Namun, kondisi semakin memburuk seiring berjalannya waktu. Jumlah korban terus bertambah signifikan. Hingga pukul 19.30 WIB, jumlah siswa yang diduga mengalami keracunan meningkat drastis menjadi 123 orang.
Para korban kini tengah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Lembang serta berbagai rumah sakit lain di wilayah Kabupaten Bandung Barat.
Tanggap Darurat dan Penanganan :
Pemerintah daerah, dibantu Satpol PP, TNI, Polri, BNPB, tenaga kesehatan, dan masyarakat setempat, langsung bergerak cepat. Posko darurat didirikan untuk menangani situasi, serta memberikan pertolongan pertama kepada para korban.
Kejadian ini kembali menjadi tamparan keras bagi pelaksanaan Program MBG, yang sebelumnya juga telah menuai sejumlah kritik karena lemahnya pengawasan dan standar distribusi makanan.
Seruan Pengawasan Ketat :
Dengan terulangnya insiden serupa, berbagai pihak mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program ini. Pengawasan terhadap penyedia makanan harus diperketat, mulai dari kualitas bahan hingga distribusi akhir ke sekolah-sekolah.
“ Ini bukan sekadar masalah teknis, ini soal kemanusiaan dan nyawa anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa. Pemerintah harus bertindak tegas dan mencari solusi terbaik,”
Catatan Jurnalist :
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti keracunan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Jurnalist akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan pembaruan jika terdapat informasi terbaru.
Aang Herman.