
Subang, sri-media.com Warga RW 04 Desa Mayang, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, bersama Kepala Desa Usman Efendi melaksanakan kegiatan gotong royong memperbaiki jalan di Kampung Cibago yang mengalami longsor sepanjang 10 meter dengan kedalaman sekitar 5 meter. Perbaikan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat sejak lima hari terakhir.
Peristiwa longsor tersebut terjadi pada 5 November 2025. Selain di Kampung Cibago, dua titik longsor lainnya juga ditemukan di Kampung Cilame serta di sekitar lapangan voli Kampung Cibago.
Sebagai bentuk tanggap darurat, BPBD Kabupaten Subang telah menyalurkan bantuan berupa 12 bronjong kawat dan 200 karung pasir untuk penahan longsor sementara. Namun, bantuan tersebut dinilai masih belum mencukupi kebutuhan di lapangan.
“Bantuan dari BPBD Kabupaten Subang berupa 12 bronjong kawat dan 200 karung pasir sudah kami terima, hanya saja bantuan ini masih belum mencukupi mengingat terdapat tiga titik longsor di Desa Mayang,” ujar Kepala Desa Mayang, Usman Efendi.
Usman menjelaskan bahwa untuk penanganan di tiga titik longsor, pihaknya membutuhkan setidaknya 25 bronjong kawat. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Subang dan instansi terkait dapat segera menambah bantuan berupa bronjong, terpal, serta bahan material lain guna mencegah longsor susulan.
“Meskipun dengan keterbatasan tenaga kerja, pengerjaan longsor di jalan Kampung Cibago kami jadikan prioritas utama dan dilakukan secara swadaya oleh warga RW 04,” tambahnya.

Gotong royong warga ini menjadi bukti nyata kepedulian masyarakat Desa Mayang terhadap lingkungan dan keselamatan bersama, meskipun di tengah keterbatasan bantuan yang tersedia.
Andum Subekti