Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail Benahi Infrastruktur Pendidikan Kurang Lebih 75% Ruang Kelas Mengalami Kerusakan Ringan dan Berat

Bandung Barat-,sri-media.com Sebuah video berdurasi hampir tiga menit yang diunggah Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail lewat akun Instagram pribadinya @ritchieismail, kembali menggugah perhatian publik. Dalam video yang disertai caption menyentuh itu, Jeje mengungkap kenyataan pahit yang selama ini mungkin tak banyak diketahui masyarakat: lebih dari 75% ruang kelas di Kabupaten Bandung Barat mengalami kerusakan—mulai dari ringan hingga berat.

“Tak terbayangkan sebelumnya, anak-anak belajar dengan ketidaknyamanan bertahun-tahun,” tulis Jeje dalam postingannya. “Kita akan lakukan segala daya dan upaya untuk membenahi infrastruktur pendidikan di Bandung Barat.”

Dalam video tersebut, Jeje menyertakan sejumlah dokumentasi visual berupa foto dan video kondisi sekolah dasar yang rusak. Ia menjelaskan secara lugas ihwal situasi terkini infrastruktur pendidikan di wilayahnya. Sabtu, (14/06/2025).

“Satu bulan lalu saya mengunjungi SD Gandasari di Kecamatan Cililin. Saat itu saya melihat langsung kondisi ruang kelas dan toilet yang sangat memprihatinkan,” ujar Jeje. “Saya mengambil langkah cepat agar segera dilakukan perbaikan. Alhamdulillah, saat ini sekolah tersebut sudah selesai diperbaiki.”

Dari kunjungan ke Gandasari itu, Jeje mengaku mulai menghimpun data lengkap dari laporan masyarakat, media, hingga Dinas Pendidikan. Data tersebut menunjukkan bahwa dari total 4.344 ruang kelas sekolah dasar di Kabupaten Bandung Barat, hanya 24,8% yang masih dalam kondisi baik. Sisanya, 1.079 ruang kelas rusak berat, 266 rusak sedang, dan 1.530 mengalami kerusakan ringan.

“Artinya, lebih dari 75% ruang kelas di Kabupaten Bandung Barat memerlukan perhatian serius,” tegas Jeje.

Saat ini, Kabupaten Bandung Barat memiliki 701 sekolah dasar, terdiri dari 635 SD negeri dan 66 SD swasta. Untuk jenjang SMP, tercatat ada 200 sekolah, yakni 67 SMP negeri dan 133 swasta. Meski jumlahnya besar, kondisi fisik bangunan masih jauh dari ideal.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menargetkan perbaikan 47 ruang kelas hingga Desember 2025, terdiri dari 21 ruang kelas SD dan 26 ruang kelas SMP.

Sekolah-sekolah yang masuk dalam daftar prioritas adalah yang memiliki tingkat kerusakan terparah dan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran.

“Kerusakan ini umumnya disebabkan oleh pelapukan akibat cuaca ekstrem dan minimnya perawatan dalam jangka panjang. Rata-rata bangunan sekolah yang rusak sudah mengalami kerusakan sejak 3 hingga 5 tahun terakhir dan baru sekarang mendapatkan perhatian lebih menyeluruh,” ungkap Jeje.

Tak hanya infrastruktur pendidikan, Jeje pun menyampaikan tiga fokus utama pembangunan Kabupaten Bandung Barat hingga akhir tahun 2025: perbaikan jalan rusak, peningkatan infrastruktur pendidikan, dan penanganan sampah.

“Dalam sisa enam bulan ke depan, saya akan lakukan percepatan di ketiga sektor ini. Saya mohon kesabaran dan dukungan dari seluruh warga masyarakat Kabupaten Bandung Barat,” katanya.

Jeje juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali Bandung Barat yang lebih layak, aman, dan tertata.

“Berbagai persoalan di Bandung Barat ini sudah terjadi begitu lama dan seolah dibiarkan tanpa penanganan yang terarah. Izinkan saya menata kembali Bandung Barat, satu per satu, dengan penuh tanggung jawab demi Bandung Barat yang amanah. Bandung Barat berbenah,” pungkasnya.***Red/dunk

 

Leave a Reply