BANDUNG BARAT-sri-media.com Kabar dugaan penyekapan Sri Nurhaida, pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, di Dubai, Uni Emirat Arab, menjadi perhatian publik. Keluarga dikabarkan mengalami kesulitan menghubungi yang bersangkutan dan berharap adanya langkah konkret untuk memastikan keselamatan serta keberadaannya.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat dilaporkan tengah menelusuri informasi tersebut dan berupaya melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna memperoleh kejelasan mengenai kondisi Sri Nurhaida.
Garda Pemuda NasDem Kabupaten Bandung Barat mendorong agar proses penelusuran dilakukan secara serius, cepat, dan terkoordinasi. Keselamatan warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri harus menjadi perhatian bersama, terutama ketika muncul laporan mengenai dugaan tindak kekerasan, pembatasan kebebasan, atau terputusnya komunikasi dengan keluarga.
Selain itu, koordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia serta perwakilan Republik Indonesia di Uni Emirat Arab perlu dioptimalkan sesuai kewenangan masing-masing untuk memastikan informasi yang akurat dan menentukan langkah perlindungan yang diperlukan.
Perlindungan pekerja migran bukan sekadar persoalan administrasi, melainkan menyangkut keselamatan manusia dan kepastian bagi keluarga yang menunggu kabar.
Garda Pemuda NasDem Kabupaten Bandung Barat berharap perkembangan kasus ini disampaikan secara transparan oleh pihak berwenang, dengan tetap menjaga privasi keluarga serta mengedepankan keselamatan Sri Nurhaida.***Red