
Bandung-sri-media.com– Bertempat di Grand Nirwana Resort Cikole Rabu (12/11) Kamar Dagang Indonesia (kadin) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengadakan dialog terbuka dengan para paslon bupati/wakil bupati Bandung Barat, sesuai jadwal dan rencana kegiatan tersebut akan dihadiri kelima paslon bupati/wakil bupati, namun pelaksanaannya dua paslon tidak ikut hadir, yakni paslon no 2 dan paslon no 5.
Adapun kedua paslon yang tidak ikut hadir adalah pasangan no urut 2 Jeje Ritchi Ismail – Asep Ismail dan paslon no urut 4 Edi Rusyandi – Unjang As’ari. Dari 3 paslon yang hadir hanya paslon no 5 yang hadir lengkap calon bupati dan wakilnya, yakni Sundaya – Asep Ilyas. Sedangkan paslon no urut 1 hanya dihadiri calon bupatinya Didik Agus Triwiyono, sebaliknya paslon no 3 yang hadir hanya wakil bupatinya Ade. Walaupun dialog ini tidak dihadiri secara lengkap para calon namun acaranya tetap berjalan dengan baik dan lancar.
Selaku ketua penyelenggara acara Tubagus Aditia menuturkan ketidakhadiran dua paslon sangat disayangkan padahal ini kesempatan untuk memaparkan gagasan, visi misi demi pembangunan KBB serta dapat menarik calon pemilih atau masyarakat untuk memilih calon bupatinya.
Tubagus pun, menjelaskan alasan ke dua paslon tersebut tidak hadir yakni masalah kondisi kesehatan salah seorang paslon serta adanya kegiatan berbarengan dengan jadwal kampanye yang tidak dapat ditinggalkan. Padahal kita pun memberikan keleluasan kepada para paslon apabila tidak dapat hadir dapat mewakilkan ke tim akhlinya seperti dalam bidang ekonomi dan pembangunan, jelas Tubagus.
Ketidakhadiran paslon dalam memenuhi undangan kadin ini, maka kadin pun dapat menilai paslon mana yang benar-benar peduli terhadap pembangunan perekonomian di Bandung Barat. dimana Kadin pun sudah berkordinasi dengan KPU tentang jadwal kegiatan serta tanggal pelaksanaannya.
Kepada para awak media Ranran Rahaja mengatakan dirinya merasa kecewa dimana pihaknya sudah jauh-jauh hari mengundang seluruh kontestan, sampai hari H nya 2 paslon tetap tidak hadir. Dikatakan Ranran kalau acara ini sebagai moment yang penting untuk menarik simpati hati para pengusaha yang memiliki ratusan pekerja dan buruh karena pengusaha di Kadin mempunyai banyak karyawan/pekerja, ini kampanye gratis, jelas Ranran dengan raut kecewanya.
(Imam/buds)