SRI Media

Lima SMK di Jabar Mempresentasikan Kesiapan Menjadi BLUD, Inilah Penjelasannya

Bandung SRI-media com.Badan Layanan Umum Daerah atau BLUD, merupakan salah satu inovasi pemerintah provinsi Jawa Barat untuk mencapai sekolah juara. BLUD kini tengah diproyeksikan untuk sekolah tingkat menengah lanjutan atau SMA dan SMK di Jawa Barat (Jabar).

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Dedi Supandi, mengatakan saat ini sebanyak lima SMK di Jabar telah mempresentasikan kesiapan sekolahnya untuk menjadi BLUD, di depan tim penilai.

“Saat ini ada 5 SMK yang telah mempresentasikan kesiapannya menjadi BLUD,” katanya seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya, Senin, 25 Oktober 2021.

Menurutnya, saat ini sebanyak lima SMK di Jabar telah mempresentasikan kesiapan sekolahnya untuk menjadi BLUD, di depan tim penilai.

Kelima SMK tersebut yaitu, SMKN 9 Bandung, SMKN 1 Pacet, SMKN 1 Sumedang, SMKN 1 Tasikmalaya dan SMKN 1 Mundu.

“Sekolah-sekolah tersebut mewakili dari 30 sekolah lainnya sebagai SMK yang disiapkan menjadi BLUD,” ucap Dedi Supandi.

Dikatakan Dedi Supandi, bahwa program (BLUD) tersebut juga merupakan instruksi khusus dari pimpinan. Bahkan ditargetkan selesai pada bulan Oktober 2021.

“Ini instruksi khusus pimpinan dengan target selesai pada bulan ini,” ujar Dedi Supandi.

Untuk itu, dirinya terus menyemangati pihak sekolah khususnya SMK yang sedang dan akan mempresentasikan masing-masing sekolah.

“Kita mengapresiasi dan memberi semangat kepada SMK yang mempresentasikan keunggulan produk sekolahnya,” ungkapnya.

Selain itu, Dedi Supandi, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK terkait SK komite vokasi, jelasnya.

“Berdasarkan penilaian BPK terkait SK tersebut, kita bentuk komite vokasi untuk memperkuat SMK BLUD,” katanya.

Ditambahkannya, alasan mengapa ada 35 SMK yang mewakili Kabupaten/Kota di Jabar dipersiapkan menjadi BLUD, karena dinilai telah menjadi sekolah pusat unggulan, kata Dedi Supandi.

“Jadi 35 sekolah ini adalah sekolah yang terunggul dari yang unggul,” tandasnya.** Sobur

Tinggalkan Balasan