Pembangunan Revitalisasi SD Margaluyu Cipatat Dinilai Asal-Asalan, Material Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi dan Pekerja Tanpa Perlindungan K3

BANDUNG BARAT -sri-media.news  Rabu, 2 September 2026, tim kontrol sosial melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan revitalisasi SD Margaluyu, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Hasil investigasi di lapangan menunjukkan pelaksanaan pembangunan dinilai tidak memenuhi standar, material yang digunakan kurang memuaskan dan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi serta Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta tidak diterapkannya standar keselamatan kerja.

Berdasarkan temuan di lapangan, terdapat beberapa poin krusial yang mencurigakan:

Pertama, terkait kualitas dan jenis material. Secara fisik semen yang digunakan berlabel SNI, namun diduga jenis yang dipakai dalam pelaksanaan memiliki kualitas dan harga jauh lebih rendah dibandingkan jenis yang tercantum dalam pengajuan RAB. Sebagai contoh, dalam dokumen disebutkan menggunakan semen merek Tiga Roda, namun di lapangan terlihat penggunaan merek lain yang kualitas dan harganya lebih murah. Hal ini menimbulkan dugaan ketidaksesuaian antara anggaran yang direncanakan dengan material yang sebenarnya dipasang.

oplus_32

Kedua, pengerjaan konstruksi atap dinilai tidak layak dan tidak rapi. Terlihat penggunaan rangka atap yang dicampur antara jenis holo dan kaso secara tumpang tindih, seakan-akan disatukan begitu saja tanpa standar pengerjaan yang benar, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap kekokohan dan keamanan bangunan jangka panjang.

Ketiga, aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sama sekali tidak diperhatikan. Selama pengamatan, para pekerja terlihat bekerja tanpa menggunakan perlengkapan keselamatan kerja yang memadai. Tidak ada helm pengaman, sepatu keselamatan, maupun perlindungan diri lainnya, seolah-olah pihak pelaksana tidak peduli terhadap risiko keselamatan pekerja di lokasi proyek. Dan saat di temui kepala sekolah ga ada di tempat memberi keterangan melalui watshap bahwa spek nya sesuai

Aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kenapa ga di pakai karena rusak ujar kepala sekolah Sarypudin (Uus )

Kami berharap Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung Barat beserta instansi terkait segera melakukan pengecekan dan verifikasi langsung ke lokasi, menindaklanjuti.***Red

Leave a Reply