Cimahi, sri-media.com – Dalam upaya menjawab tantangan industri manufaktur di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia (UNIBI) Bandung menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di PT Ayoe Indotama Textile, Jalan Mahar Martanegara (Leuwigajah) No. 205, Kota Cimahi, pada Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB ini diikuti oleh sekitar 30 peserta yang terdiri dari jajaran supervisor dan staf perusahaan. Ketua tim pelaksana dari UNIBI yakni Dewi Christina Marbun, selaku dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, menyatakan bahwa kegiatan ini dirancang khusus untuk merespons kecemasan umum di lapangan terkait otomatisasi. “Banyak tenaga kerja yang merasa terancam dengan kehadiran AI. Padahal, jika dilihat dari sudut pandang yang tepat, AI bukanlah ancaman yang akan menggantikan posisi manusia, melainkan alat evolusi untuk meningkatkan efektivitas kerja,” ujarnya.
Dalam sesi PKM yang berjalan interaktif, tim menyampaikan bahwa kepemimpinan di era digital membutuhkan kombinasi antara kecerdasan data dan sentuhan manusia. Materi yang disampaikan merujuk pada konsep The Smart Loom Leader, di mana keahlian teknis terkait data harus diimbangi dengan kepemimpinan adaptif dan komunikasi yang berpusat pada manusia.
“Manajemen perubahan adalah kunci. Supervisor dan staf tidak hanya dituntut untuk melek data, tetapi juga harus mampu merajut keterampilan digital dengan kemampuan interpersonal yang kuat,” tambah ketua pelaksana PKM selama sesi presentasi.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi positif dari para peserta. Salah satu supervisor yang hadir mengungkapkan bahwa materi ini berhasil mengubah perspektifnya mengenai teknologi di pabrik. “Jujur saja, sebelumnya saya merasa khawatir jika peran saya sebagai supervisor akan tergantikan oleh sistem otomatis. Namun, setelah mengikuti sesi ini, saya jadi paham bahwa AI hanyalah alat. Tantangan saya ke depan justru bagaimana mengasah soft skill dan kemampuan berkomunikasi untuk memimpin tim di tengah perubahan ini,” ujar Pak Rudi selaku Supervisor Divisi Engineer saat sesi tanya jawab.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab yang berlangsung hangat. Kegiatan PKM ini ditutup dengan sesi refleksi mengenai cara kerja baru di era otomatisasi dan bagaimana mereka dapat mengambil keputusan yang lebih tajam, efisien, dan empatik di lingkungan pabrik.
Kegiatan PKM ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi karyawan PT Ayoe Indotama Textile bahwa teknologi hanyalah alat bantu. Pada akhirnya, pemimpin dan tenaga kerja tetap menjadi pengambil keputusan utama yang memegang kendali atas transformasi industri di masa depan. *** (Des)