Perhutani Rekrut SATPAM Antisivasi Penyebaran Corona virus Di sease di garut.

GARUT |SRI-Media.com,–  | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Garut merekrut tenaga alih daya SATPAM Outsourcing untuk mengawal penerapan Protokol ketat 5 M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, menggunakan Hand sanityzer, menjaga jarak dan mengurangi mobiltas karyawan untuk  pencegahan penyebaran corona virus disease 19 di lingkungan kantor.(30/06/2021).

Satuan Tugas Covid – 19 KPH secara ketat mengawasi dan selalu menghimbau kepada seluruh karyawan untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan dan segera melaporkan apabila di temukan yang terpapar termasuk  pemberian bantuan medis maupun suplemen dalam masa karantina dan melaksanakan penyemprotan di lingkungan Kantor.

Administratur Nugraha mengatakan, agar SATPAM selalu memastikan gerbang utama kantor dalam keadaan tertutup dan hanya boleh di buka saat ada yang keluar atau masuk untuk kepentingan dinas dan dipastikan bagi yang masuk kantor suhu tubuh maksimal 37 derajat celsius.

“Apabila ada yang menolak tes suhu tubuh agar tidak di perkenankan masuk areal Kantor KPH”. Ujarnya.

“mohon di sepakati bersama bahwa Work From Home bagi karyawan itu bukan libur adalah bekerja atau memonitor pekerjaan dari rumah dan apabila atasan langsung memerintahkan hadir dikantor agar dipatuhi’ Tegasnya.

Satgas Covid 19 Garut ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa penyebaran Virus COVID-19 di Garut kian hari makin menghawatirkan, penambahannya tak main-main, ratusan kasus baru bisa ditemukan, menjalar lebih dari 15 ribu warga Garut saat ini tercatat sudah terpapar virus Corona. “Hasil RT PCR yang diperoleh terkonfirmasi COVID-19 sebanyak 74 kasus.

Sementara hasil pemeriksaan Rapid Test Antigen pada kasus kontak erat dan suspect positif, sebanyak 360 kasus.

Dengan demikian, hasil verifikasi dan validasi data kasus, jumlah keseluruhan sebanyak  434,” kata Humas Satgas Penanganan COVID-19 Garut Yeni, punkasnya.**(Heri Arasid*).

Tinggalkan Balasan