Api Semangat Bela Negara Tutup Pelatihan Kader Bela Negara Tingkat Pratama 2026 di Balikpapan

Balikpapan –sri-media.com Brigjen TNI Luhut Marpaung, S.I.P., M.Han., memimpin prosesi Api Semangat Bela Negara sebagai penutup Pelatihan Kader Bela Negara Tingkat Pratama Tahun Anggaran 2026 di Dodikjur Rindam VI/Mlw, Balikpapan, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti 320 peserta. Acara diawali dengan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelancaran seluruh rangkaian pelatihan.

Dalam amanatnya, Brigjen TNI Luhut Marpaung menyampaikan lima pesan kepada seluruh kader. Pertama, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan dalam menjalankan tugas. Kedua, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Ketiga, tidak mudah terpengaruh provokasi yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa. Keempat, melaksanakan setiap pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, memberikan hasil terbaik, serta menghindari pelanggaran hukum. Kelima, menjaga solidaritas dan kekompakan untuk mendukung pelaksanaan tugas sesuai bidang profesi masing-masing.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi penyalaan api unggun yang diiringi pembacaan puisi Bela Negara berjudul Langkah Persaudaraan. Prosesi tersebut menjadi bagian dari peneguhan semangat nasionalisme dan persatuan di kalangan peserta.

Momen berikutnya ditandai dengan penghormatan kepada Bendera Merah Putih. Seluruh peserta secara bergantian mencium bendera sebagai simbol penghormatan, kesetiaan, dan komitmen terhadap bangsa dan negara.

Dalam pesannya, Brigjen TNI Luhut Marpaung mengajak para kader untuk terus menyuarakan kebenaran dan kebaikan di tengah tantangan kehidupan yang semakin kompleks dan dinamis. Ia juga menekankan pentingnya mengedepankan hati nurani, menghindari sikap saling menyalahkan, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Kegiatan ditutup dengan salam hormat dan penyampaian apresiasi dari Kementerian Pertahanan serta seluruh unsur yang terlibat kepada para peserta atas partisipasi dan dedikasi selama mengikuti pelatihan.

Melalui pelatihan ini, sebanyak 320 kader diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai bela negara di lingkungan masyarakat maupun dalam pelaksanaan tugas dan profesi masing-masing.

Api unggun boleh padam, tetapi semangat bela negara harus terus menyala dalam menjaga persatuan, memperkuat nasionalisme, dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Bela Negara, NKRI Harga Mati.( Pakpahan)

Leave a Reply