Ketua Umum KKI Cabang KBB terpilih, Edy Syafrudin Bidik Porda hingga Porprov 2030

Bandung Barat-sri-media.com Kepengurusan Kushin Ryu M Karate-Do Indonesia (KKI) Cabang Kabupaten Bandung Barat (KBB) periode 2026–2030 resmi dilantik di Gedung B Lantai 4, Kompleks Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (10/10/2026). Di bawah kepemimpinan Edy Syafrudin, KKI KBB langsung membidik penguatan pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga perluasan dojo sebagai langkah strategis mencetak karateka berprestasi.

Tak sekadar mengejar medali, kepengurusan baru KKI KBB menempatkan disiplin dan pendidikan karakter sebagai fondasi utama pembinaan. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun atlet yang tidak hanya unggul dalam teknik bela diri, tetapi juga memiliki mental, integritas, dan sportivitas.

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum KKI Cabang KBB terpilih, Edy Syafrudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran pengurus, para senior, Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki), serta Pemerintah Daerah KBB yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin organisasi selama empat tahun ke depan.

Menurut Edy, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar yang harus diwujudkan melalui program kerja nyata dan pembinaan yang berkelanjutan.

“Ini satu kebanggaan buat saya dan satu tanggung jawab yang harus kita laksanakan. KKI ingin mencetak atlet-atlet karate andal. Namun, sebelum mencetak prestasi, kita harus fokus pada disiplin dan pendidikan karakter terlebih dahulu,” ujar Edy seusai pelantikan.

Ia menegaskan, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam proses mencetak atlet berkualitas. Dengan disiplin yang kuat dan karakter yang baik, para atlet diharapkan mampu berkembang secara maksimal serta bersaing dalam berbagai kejuaraan.

Benahi Kualitas Pelatih, Siapkan Regenerasi Atlet

Salah satu agenda prioritas kepengurusan KKI KBB periode 2026–2030 adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pelatih yang berada di tingkat dojo.

Edy menilai, keberhasilan pembinaan atlet sangat ditentukan oleh kualitas pelatih sebagai ujung tombak organisasi. Karena itu, pembenahan akan dimulai dengan menginventarisasi atlet yang telah mencapai tingkatan sabuk cokelat tua untuk dipersiapkan mengikuti ujian sabuk hitam.

Setelah memenuhi persyaratan dan memperoleh tingkat sabuk hitam, mereka diharapkan dapat melanjutkan ke tahapan pendidikan atau kursus kepelatihan resmi sesuai ketentuan organisasi.

“Kita akan pembenahan dulu dengan meningkatkan kualitas para pelatih. Kami akan menginventarisasi para atlet yang sudah berada di tingkatan sabuk cokelat tua untuk dikirim mengikuti ujian sabuk hitam. Setelah memegang sabuk hitam, barulah mereka dapat mengikuti kursus kepelatihan resmi,” jelasnya.

Salah satu agenda prioritas kepengurusan KKI KBB periode 2026–2030 adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya pelatih yang berada di tingkat dojo.

Edy menilai, keberhasilan pembinaan atlet sangat ditentukan oleh kualitas pelatih sebagai ujung tombak organisasi. Karena itu, pembenahan akan dimulai dengan menginventarisasi atlet yang telah mencapai tingkatan sabuk cokelat tua untuk dipersiapkan mengikuti ujian sabuk hitam.

Setelah memenuhi persyaratan dan memperoleh tingkat sabuk hitam, mereka diharapkan dapat melanjutkan ke tahapan pendidikan atau kursus kepelatihan resmi sesuai ketentuan organisasi.

“Kita akan pembenahan dulu dengan meningkatkan kualitas para pelatih. Kami akan menginventarisasi para atlet yang sudah berada di tingkatan sabuk cokelat tua untuk dikirim mengikuti ujian sabuk hitam. Setelah memegang sabuk hitam, barulah mereka dapat mengikuti kursus kepelatihan resmi,” jelasnya.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat regenerasi pelatih sekaligus menjaga kesinambungan pembinaan atlet di setiap dojo. Dengan bertambahnya pelatih yang kompeten, proses penjaringan dan pengembangan bibit atlet potensial di wilayah Bandung Barat diharapkan semakin optimal.

## KKI KBB Targetkan Penambahan Enam Dojo

Selain meningkatkan kualitas pelatih, KKI KBB juga menargetkan perluasan jangkauan pembinaan dengan menambah enam dojo baru.

Saat ini, KKI KBB memiliki 10 dojo yang menjadi basis pembinaan karate. Sementara itu, Kabupaten Bandung Barat terdiri atas 16 kecamatan. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan bagi pengurus untuk memperluas akses masyarakat terhadap kegiatan latihan dan pembinaan karate.

Edy menyebutkan, idealnya setiap kecamatan memiliki setidaknya satu dojo agar pembinaan atlet dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

“Idealnya setiap kecamatan memiliki minimal satu dojo. Kami berencana menambah enam dojo baru, namun akan kita inventarisasi dan kaji dulu kesiapan wilayahnya. Jika dinilai cocok dan layak, dojo baru akan segera dibentuk,” ungkapnya.

Rencana tersebut akan diawali dengan pendataan serta kajian terhadap kesiapan masing-masing wilayah. Dengan demikian, pembentukan dojo baru tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan kegiatan latihan, kesiapan pelatih, dan potensi atlet di daerah setempat.

Jika terealisasi, perluasan dojo diharapkan menjadi pintu masuk bagi lahirnya bibit-bibit karateka baru yang dapat dipersiapkan menghadapi kejuaraan tingkat daerah hingga provinsi.Bidik Popda hingga Porprov 2030***RED

Leave a Reply