Larangan Mudik Terminal Rawa Bango Cianjur Sepi.

Cianjur | SRI-Media.com,– Suasana lebaran sekarang seperti halnya tahun kemarin masih dalam kondisi pandemi dan Pemerintah tetap konsisten memberlakukan kebijakannya untuk melarang pulang kampung (mudik) dengan menempatkan aparatur penegak hukum di setiap titik akses protokol dari dan menuju wilayah lain. dan aturan tersebut resmi serentak dilaksanakan seluruh Indonesia, perhari ini Kamis (06/5/2021).

Kebijakan tersebut tentu saja menjadi pemicu kontradiktif yang efeknya selain kepada pemudik juga terhadap penyedia moda transportasi, hal itu secara realita terpantau dibeberapa terminal, salah satunya di terminal Rawa Bango Cianjur.

Seperti yang dikeluhkan, satria (26) seorang pedagang di terminal Rawa bango, yang menuturkan semenjak pemberlakuan tersebut, terminal jadi sepi karena para sopir dan penumpang yang menjadi andalan konsumtif dagangannya kini entah kemana.

“Lebaran kali ini penghasilan menurun drastis dan dampak nya pun terasa. Kini, warung saya sepi, Dari subuh bis antar provinsi sudah tidak ada di terminal Rawa Bango pak” ungkapnya.

Sementara ketika ditemui salah satu calon penumpang yang hendak mudik yang enggan di sebutkan identitasnya menyebutkan bahwa dia sudah menunggu bis yang jurusan menuju Semarang. Dan, sudah menunggu sejak dari pagi mula hingga sampai sore hari tetapi selama itu tidak nampak bis yang diharapkannya. Dengan raut muka kecewa, sedih dia mengutarakan kepada media rindu dengan ibunya yang kini sudah usia lanjut dan kangen dengan suasana lebaran dikampung bertemu dengan sanak saudara.

“Saya tidak tahu, entah corona masih ada tahun depan. Tetapi ibu saya belum tentu ada, walau memang kematian sudah di gariskan oleh Allah SWT. Namun, alangkah baiknya apabila bisa bertemu dulu dengan ibu saya,”ungkapnya berkaca kaca.

Inilah potret sosiologi dengan konfliknya ditengah pusaran kebijakan Pemerintah tentang larangan mudik ditengah pandemi dan tradisi masyarakat Indonesia.**(Ben*).

 

Tinggalkan Balasan