PERTANYAAN WORLD RABIES DAY ACARA PODCAST LIVE INSTAGRAM DISPERNAKAN KBB,SEGMEN EDUKASI MASYARAKAT PEMELIHARA HEWAN PENULAR RABIES

Bandung Barat-media.com Bisa dijelaskan secara sederhana, apa itu penyakit rabies dan mengapa penyakit ini disebut sebagai zoonosis yang paling berbahaya dan mematikan?

Rabies adalah penyakit yang disebabkan virus Lyssavirus yang menyerang sistem saraf pusat. Disebut paling berbahaya karena memiliki tingkat kematian hampir 100% jika sudah muncul gejala klinis, baik pada hewan maupun manusia. Padahal, penyakit ini 100% bisa dicegah dengan vaksinasi.

Hewan apa saja yang menjadi penular utama rabies di Indonesia, dan bagaimana ciri-ciri hewan yang terinfeksi virus rabies secara klinis di lapangan?

Di Indonesia, penular utama adalah anjing, diikuti kucing dan kera. Ini kita sebut Hewan Penular Rabies (HPR). Cirinya ada 2 bentuk: yang ganas, hewan jadi agresif, menggigit apa saja, takut air dan cahaya, air liur berlebihan. Yang diam, hewan jadi lumpuh, rahang menggantung, tidak bisa menelan

Bagaimana sebenarnya mekanisme penularan virus rabies dari hewan ke manusia? Apakah hanya melalui gigitan saja atau ada cara penularan lain?

Penularan utama melalui gigitan hewan yang terinfeksi karena virus ada di air liurnya. Bisa juga melalui cakaran atau jilatan pada luka terbuka atau selaput lendir mata/mulut. Tidak menular dari manusia ke manusia lewat kontak biasa

B. SEGMEN SITUASI DAN PENCEGAHAN

Bagaimana status kasus rabies terkini di wilayah Bandung Barat? Apakah masih ditemukan kasus positif?

Saat ini status rabies di Kabupaten Bandung Barat masih tertular, dan masih ada laporan kasus gigitan HPR. Sedangkan kasus postif rabies terakhir di hewan tahun 2020, dan kejadian pada manusia tahun 2023. Tetapi risiko terhadap rabies tetap ada akibat lalulintas hewan yang tinggi dan banyaknya hewan liar penular rabies.

Terkait vaksinasi, seberapa efektif vaksinasi dalam mencegah rabies pada hewan peliharaan? Dan kapan waktu ideal hewan seperti anjing dan kucing mulai divaksin rabies?

Vaksinasi adalah kunci utama dan efektivitasnya di atas 95% untuk mencegah rabies. Waktu ideal pertama adalah saat anak anjing/kucing umur 4 bulan, kemudian diulang (booster) setiap 1 tahun sekali seumur hidup hewan. Jangan tunggu digigit baru vaksin.

Banyak masyarakat yang masih menganggap enteng luka gigitan kecil. Apa langkah pertolongan pertama yang paling benar dan krusial yang harus dilakukan korban gigitan hewan penular rabies?

Ini yang paling krusial. Segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun detergen selama 15 menit. Jangan ditutup atau dijahit dulu. Setelah itu segera ke Puskesmas atau RS untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR) dan Serum Anti Rabies (SAR) sesuai indikasi. Mencuci luka itu bisa mengurangi jumlah virus sampai 80%.

Saat ini masih banyak ditemukan anjing dan kucing liar yang berkeliaran. Sejauh mana populasi hewan liar tersebut berkontribusi terhadap risiko penularan rabies di lingkungan kita?

Sangat besar. Hewan liar yang tidak divaksin adalah reservoir virus. Mereka berkeliaran, mudah tertular dan menularkan. Populasi yang tidak terkontrol akan meningkatkan risiko kontak dengan manusia dan hewan peliharaan

Bagaimana peran Dinas Perikanan dan Peternakan dalam mencegah rabies?

Vaksinasi rabies, steril bersubsidi, meningkatkan peran masyarakat dengan membentuk kader zoonosis sebagai mitra terdepan pelaporan dan deteksi dini kasus penyakit, melakukan respon cepat terhadap setiap laposan kasus gigtan oleh HPR.

9. Untuk perayaan WRD tahun ini nih dok, gebyar di KBB apa nih?

• Vaksinasi Rabies Gratis (Target 2.000 dosis), yang telah dilaksanakan dibeberapa tempat melibatkan professional veteriner di klinik hewan swasta, unit usaha yang merupakan mitra dan komunitas dan masyarakat (perumahan-perumahan di wilayah KBB), sampai saat ini vaksinasi rabies gratis masih gencar dilaksanakan. Persyaratan vaksinasi rabies adalah hewan dalam kondisi sehat, umur minimal 4 bulan, dan tidak dalam kondisi bunting.

• Steril kucing bersubsidi target 100 ekor jantan dan 100 ekor betina (telah dilaksanakan dari awal bulan September 2026) di Klinik Hewan Cempakamekar (0812 21161676) dan klinik hewan Cisarua (0821 20500301), dengan biaya steril bersubsidi jantan Rp. 185.000 dan betina Rp. 260.000.

Persyaratan :

• Kucing dalam kondisi sehat

• Usia minimal 7 bulan

• Jantan, kedua testis sudah turun

• Betina, tidak sedang bunting atau minimal 1,5 bulan setelah melahirkan

Dipuasakan selama 8 jam sebelum operasi

Minggu kemarin juga ada kolaborasi lintas sektor bekerjasama dengan Indogrosir dan Me-O mengadakan vaksinasi gratis di Indogrosir Padalarang.

Saat acara ini berlangsung, juga sedang dilaksanakan vaksinasi rabies dan pelayanan kesehatan hewan gratis di Jogya Junction Lembang dari jam 9 – selesai yang bekerjasama dengan RSH Jawa Barat, PDHI Jabar 1 dan Jogya Junction. Jangan lupa datang ya para wargi

Apa saja mitos atau kesalahpahaman yang paling sering ditemui di masyarakat terkait rabies dan penanganan luka gigitan?

Mitos paling sering: 1) Luka gigitan kecil tidak berbahaya, 2) Luka harus diberi cabai, bawang, atau minyak, 3) Penderita harus dibawa ke dukun. Itu semua salah dan sangat berbahaya karena memperlambat penanganan medis yang benar

Bagaimana konsep menjadi pemilik hewan yang bertanggung jawab (Responsible Pet Ownership) yang seharusnya diterapkan oleh masyarakat untuk mencegah rabies?

Kita sebut Responsible Pet Ownership. Artinya: 1) Vaksinasi rutin, 2) Tidak melepasliarkan hewan, 3) Memberi makan dan kesejahteraan yang layak, 4) Mengendalikan reproduksi dengan sterilisasi agar tidak overpopulasi.

Banyak warga yang takut melapor jika ada kasus gigitan. Apa dampaknya jika kasus gigitan tidak segera dilaporkan kepada Puskesmas atau Puskeswan?

Dampaknya fatal jika ternyata hewan yang menggigit tertular rabies. Jika tidak dilapor, korban bisa tidak dapat VAR/SAR dan terlambat, yang bisa berujung kematian. Dari sisi hewan, kita tidak bisa melakukan observasi dan investigasi, sehingga virus bisa menyebar diam-diam di lingkungan

HARAPAN  Menurut dokter, seberapa penting peran kader zoonosis dan masyarakat umum dalam upaya deteksi dini dan pencegahan rabies di tingkat desa/kelurahan?

Sangat penting dan menjadi garda terdepan. Kader adalah mata dan telinga kami di lapangan. Mereka yang pertama tahu ada gigitan, ada anjing liar yang mencurigakan. Tanpa laporan cepat dari kader dan masyarakat, kami tidak bisa bergerak cepat.

Dalam upaya menuju target Indonesia Bebas Rabies 2030, apa tantangan terbesar yang dihadapi dari sisi kesehatan hewan saat ini?

Tantangan terbesar ada 3: Pertama, cakupan vaksinasi HPR belum mencapai 70% populasi yang menjadi syarat kekebalan kelompok. Kedua, tingginya populasi anjing liar. Ketiga, kesadaran masyarakat untuk menjadi pemilik yang bertanggung jawab dan segera melapor masih perlu ditingkatkan

Sebagai penutup dan dalam momentum Hari Rabies Sedunia ini, apa pesan utama dokter kepada masyarakat agar kita dapat bersama-sama memutus rantai penularan rabies?

Rabies itu mematikan, tapi bisa dicegah. Kuncinya ada di kita. Ayo sayangi hewan dengan cara yang benar: vaksinasi, jangan lepasliarkan, dan segera cuci luka dan ke Puskesmas jika tergigit. Bersama masyarakat***Red/hum

Leave a Reply