Tragedi Sabtu Pagi di Sukabumi Berawal dari Mengantarkan Kopi, Sandi Kasmara Tewas Tertemper KA Pangrango

SUKABUMI, sri-media.com Berawal dari aktivitas sederhana di pagi hari, berakhir dengan tragedi yang menyisakan duka mendalam.

Sandi Kasmara, warga Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api Pangrango di perlintasan Kampung Paledang, Desa Cimahi, pada Sabtu pagi, 24 Oktober 2026.

Kapolsek Cibadak, AKP Joko Susanto Supono, mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, korban berangkat dari rumah untuk mengantarkan kopi kepada para pekerja di kebun milik orang tuanya. Lokasi kebun tersebut hanya berjarak sekitar 70 meter dari rumah korban.

Setelah berbincang dengan salah seorang pekerja, Sandi berpamitan untuk kembali ke rumah guna mengambil gergaji.

Namun, suasana pagi yang semula berjalan seperti biasa mendadak berubah mencekam. Suara klakson kereta terdengar, disusul teriakan warga yang mengabarkan adanya seseorang tertemper kereta api.

Sandi kemudian ditemukan dalam posisi telungkup di parit dekat rel kereta api.

Berdasarkan keterangan petugas jaga perlintasan yang disampaikan polisi, petugas tersebut mengaku telah beberapa kali meniup peluit untuk memperingatkan korban agar menjauhi jalur rel.

Meski demikian, Kereta Api Pangrango dengan relasi Bogor Paledang–Sukabumi tetap melintas hingga peristiwa nahas itu terjadi.

Akibat kejadian tersebut, Sandi mengalami luka serius dan dinyatakan meninggal dunia. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD Sekarwangi, Cibadak, untuk menjalani pemeriksaan medis.

Kepergian Sandi menjadi duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya. Aktivitas sederhana yang semula menjadi bagian dari rutinitas pagi justru berakhir dengan kehilangan yang tak terduga.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu waspada ketika berada di sekitar jalur kereta api. Jangan mendekati atau melintasi rel saat kereta akan melintas, dan jangan pernah mengabaikan peluit maupun peringatan petugas.

Keselamatan adalah yang utama. Satu langkah menjauh dari jalur rel bisa menjadi langkah penting untuk menyelamatkan nyawa.

Andum Subekti

Leave a Reply