SRI Media

Sekolah Ini Sambut Antusias Belajar Tatap Muka.

Cianjur SRI-Media.com,– Setelah lebih dari setahun pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewajibkan seluruh sekolah untuk menyelenggarakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka mulai Juli 2021.

Sekolah Dasar Negeri Bojong sari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur yang merupakan salah satu sekolah yang berada diwilayah Desa Kalung luwuk menyambut hal itu dengan antusias dengan persiapan melakukan pemeriksaan pembenahan guna optimalisasi kenyamanan belajar tatap muka.

“Memang benar idealnya siswa belajar disekolah. Maka, kami sedang mempersiapkannya membenahi diantaranya ruang tempat belajar, dan dilingkungan sekitar sekolah, supaya disterilkan, jangan sampai ada hal yang tidak diinginkan. Karena, menurut informasi akan segera  belajar tatap muka. Dan itu sangat bagus yang diharapkan orang tua murid,” ujar, Kepala Sekolah SDN Bojongsari, Tatang Wahyudin S.Pd SD, (59). Sabtu (24/4/2021).

Selain itu, lanjut Tatang  sehubungan dengan anak- anak didiknya yang antusias ingin segera masuk sekolah rindu bertemu dan berinteraksi dengan teman-temannya juga termasuk guru-gurunya.

Tatang menilai didalam pelaksanaan belajar tatap muka itu pastinya harus waspada dan perlu waktu yang tepat serta banyak pertimbangan yang tidak sembarangan karena menyangkut keselamatan anak-anak didik.

“kita berdoa saja namanya Virus Corona cepat usai biar secepatnya belajar tatap muka,”ucapnya.

Secara fakta, imbuh Tatang semua tenaga pendidik yang ada di SDN Bojong sari sudah di vaksin sesuai pedoman pelaksanaan pembelajaran ditengah covid-19.

“Didalam aturan Vaksin, dari tahap 1 ke tahap 2, waktunya 7 hari mestinya divaksin sudah  selesai, Namun hal  ini,  mengingat dibulan suci Ramadhan diundur tentang belajar tatap muka itu. In sya Allah secepatnya, akan tetapi dari pihak sekolah sudah siap untuk mengajar terhadap anak didik, tinggal tunggu instruksi dari Dinas Pendidikan  Kabupaten,” tambahnya.

Untuk melaksanakan program wajib belajar bagi siswa yang memiliki keterbatasan ekonomi, ungkap Tatang  pihak sekolah mengikut sertakan siswa melalui program KIP (kartu Indonesia Pintar) tercatat sebanyak, 51 anak didik dengan bantuan per-anak, Rp. 225.000.

“Semoga, orang tua murid terbantu dengan adanya Program KIP, bisa  meringankan beban, yang penting jangan putus sekolah. Itu, yang diharapkan pemerintah termasuk orang tuanya, ilmu sangat penting  kesuksesan itu dasar ilmu,” pungkas Kepsek. **(Ateng*).

 

 

Tinggalkan Balasan