SRI Media

WARGA DESA SIRNAJAYA BERSWADAYA MEMPERBAIKI JALAN ALTERNATIF SELAMA JEMBATAN MONTAYA DI BANGUN.

KBB |SRI-Media.com,– Sehubungan dengan rencana akan segera  dibangunnya Jembatan Montaya yang sumber dananya dari Dompet Dhuafa, sementara untuk memfasilitasi sarana penghubung sementara,  Warga masyarakat dari Desa Sirnajaya dan Desa Gununghalu  bergotong royong membangun jembatan darurat.

Bahkan bukan cuma dibangunnya jembatan sementara, khusus untuk masyarakat di Kampung Cicurug Desa Sirnajaya, dengan antusias berswadaya melakukan kerja bhakti untuk memperbaiki jalan Cicurug – Cihideung – Cilangari, Minggu, 30 Mei 2021.

Jalan Cicurug – Cihideung – Cilangari ini merupakan sarana penghubung 4 desa,  Desa Sirnajaya, Desa Gununghalu, Desa Bunijaya dan Desa Cilangari, jalan ini bisa di jadikan  jalan alternatif bagi kendaraan roda 4, selama Jembatan Montaya sedang dalam proses pembangunan/perbaikan.

Kades Sirnajaya, Suhardi, ketika sedang memimpin warganya melakukan kerja bakti itu memberikan keterangan bahwa jalan yang di perbaiki dengan swadaya masyarakat ini sepanjang 4 KM, katanya.

Dalam kesempatan itu juga, Kades Suhardi menyampaikan bahwa dirinya sangat terkesan dan berterima kasih kepada semua warga masyarakat dan  pihak-pihak lainnya, yang telah ikut serta dalam kegiatan perbaikan jalan ini, ungkapnya.

Ruas jalan yang menghubungkan 4 desa ini seharusnya sudah bisa di lalui kendaraan sebagai sarana transfortasi yang representatif sejak 2-3 tahun lalu, karena sudah di tetapkan akan di bangun oleh Pemda Bandung Barat, sebagai jatah bagi 4 desa tadi, yang di usulkan melalui Musrenbang.

Dengan antusiasnya masyarakat sebagai bukti menyambut baik atas bantuan dari Dompet Dhuafa ini, dengan banyaknya swadaya masyarakat yang muncul, baik yang berupa moril, materi, tenaga, waktu bahkan energi yang lain, harus  dijawab dengan menjelmanya Jembatan Montaya dengan kualitas yang baik.

Kualitas kontruksi, lebar dan performa jembatan yang sesuai dengan standar, kajian dan analisa teknis dari instansi yang mempunyai kompetensi di bidang itu (dinas PU – red), jangan sampai nantinya harus di bongkar dan di bangun kembali.

Yang tak kalah krusialnya dan justeru menjadi rumor di tengah masyarakat, adalah mengenai transparansi dan spirit  keterbukaan informasi publik menyangkut nilai nominal yang dianggarkan oleh Dompet Dhuafa dan peran masyarakat selama pembangunan jembatan itu berlangsung.**(Gus*).

Tinggalkan Balasan