Pangdam VI/Mulawarman Lepas 650 Kader Penggerak Ekonomi Desa

Balikpapan –sri-media.com Usai menempuh pelatihan intensif selama enam minggu, sebanyak 650 peserta Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) resmi dinyatakan lulus.

 

Upacara penutupan dipimpin langsung oleh Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., bertempat di Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, pada Jumat (31/7/2026).

 

Membacakan amanat tertulis dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI (Sekjen Kemhan), Letjen TNI Tri Budi Utomo, Pangdam menegaskan peran krusial para lulusan SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) ini.

 

Para lulusan akan diproyeksikan menjadi ujung tombak pengawal Program Prioritas Presiden demi guna memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, meningkatkan produktivitas lokal, memperluas lapangan kerja, mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa dan kawasan pesisir.

 

“Jadikan keberhasilan yang Saudara raih hari ini sebagai awal dari pengabdian yang lebih besar kepada bangsa dan negara,” tegas Sekjen Kemhan dalam amanat tertulisnya.

 

Selama masa pelatihan, para peserta tidak hanya dilatih kuat secara fisik dan mental melalui kedisiplinan militer, tetapi juga dibekali kemampuan profesional tingkat lanjut untuk mengelola koperasi secara modern.

 

Dalam diklat tersebut, para peserta dibekali materi pembentukan karakter dan kepemimpinan yang mencakup wawasan kebangsaan, nilai Bela Negara, kepemimpinan lapangan, hubungan komando dan staf, serta kerja sama tim.

 

Selain itu, peserta memperoleh pembekalan di bidang manajerial dan finansial, meliputi akuntansi, perpajakan, perencanaan biaya, permodalan, pengawasan, dan pengelolaan aset, serta di bidang operasional dan pasar yang mencakup digitalisasi dan ritel, strategi pemasaran, model bisnis, dan operasional lapangan. Materi juga diperkuat dengan praktik melalui latihan simulasi, aplikasi lapangan, serta pembinaan fisik secara berkelanjutan.

 

Di akhir amanatnya, Sekjen Kemhan mengingatkan pentingnya tata kelola KDKMP dan KNMP yang profesional, transparan, dan akuntabel.

 

“Sinergi yang kuat antara peserta dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta seluruh pemangku kepentingan lokal menjadi kunci utama keberhasilan di daerah penugasan.” tutupnya.

 

Para sarjana muda penggerak ini kini siap diterjunkan ke masyarakat membawa integritas, loyalitas, dan solusi nyata bagi kemajuan ekonomi daerah.( Pakpahan).

Leave a Reply